Tandang Bareng Cari Solusi, Bupati Ipuk dan Kapolresta Cangkruk Bersama Warga

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 9 Februari 2026, 10:10 WIB
DISKUSI - Cangkrukan Diskusi Kamtibmas “Candi Mas”, di Perkebunan Trebasala, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Sabtu malam (7/2/2026). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan berdialog dengan ratusan warga, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.
DISKUSI - Cangkrukan Diskusi Kamtibmas “Candi Mas”, di Perkebunan Trebasala, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Sabtu malam (7/2/2026). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan berdialog dengan ratusan warga, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Polresta Banyuwangi turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi dan persoalan masyarakat. Kegiatan tersebut dikemas dalam Cangkrukan Diskusi Kamtibmas “Candi Mas” yang digelar di Perkebunan Trebasala, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Sabtu malam (7/2/2026).

Dalam forum yang berlangsung santai dan penuh keakraban itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani hadir bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan. Keduanya berdialog langsung dengan ratusan warga, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.

Ipuk menilai dialog langsung menjadi cara efektif bagi pemerintah untuk memahami persoalan riil yang dihadapi masyarakat sekaligus merumuskan solusi bersama.

“Dengan ngobrol seperti ini, pemerintah bisa tahu persoalan yang dihadapi warganya, sekaligus mencari solusi bersama,” ujar Ipuk.

TPS3R Balak Banyuwangi Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Pabrik

Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah keluhan dan keresahan, salah satunya terkait potensi peredaran obat-obatan terlarang yang dinilai dapat mengancam generasi muda di lingkungan perkebunan.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius serta langkah pencegahan yang lebih konkret agar anak-anak dan remaja tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah maupun penyalahgunaan narkoba.

Menanggapi hal itu, Ipuk mengajak seluruh warga untuk saling peduli dan aktif menjaga lingkungan masing-masing, terutama melalui peran keluarga.

Ia menegaskan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam mengawasi, membimbing, dan melindungi anak-anak agar tidak terjebak perilaku yang dapat merusak masa depan mereka.

“Karena keamanan bukan hanya tugas aparat, bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat,” tegasnya.

52 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang, Pemkab Banyuwangi Bergerak Cepat

Selain isu narkoba, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan juga menyoroti persoalan keselamatan berlalu lintas, khususnya anak-anak yang belum cukup umur namun sudah mengendarai sepeda motor.

Ia mengungkapkan bahwa pihak kepolisian pernah menangani kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur, bahkan terdapat kasus anak berusia tujuh tahun mengalami kecelakaan saat mengendarai motor.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Orang tua harus lebih mengawasi anak-anaknya,” kata Rofiq.

Sebagai bentuk keterbukaan dan pendekatan kepada masyarakat, Kapolresta juga memberikan nomor kontak pribadinya kepada warga. Ia mengingatkan bahwa masyarakat dapat melapor melalui Call Center 110 atau 112 yang siaga 24 jam, maupun langsung ke Mapolresta Banyuwangi.

Hadiri Haul KH Musayyidi, Bupati Ipuk Tegaskan Peran Ulama dalam Kebijakan

“Kepolisian terbuka terhadap setiap masukan dan laporan warga terkait kamtibmas. Kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan masyarakat, tidak hanya saat ada masalah, tapi juga untuk mencegah agar masalah itu tidak terjadi,” ujarnya.

Selain dialog kamtibmas, kegiatan Cangkrukan Candi Mas juga dirangkaikan dengan pengajian serta berbagai layanan publik. Pemkab dan Polresta Banyuwangi membuka layanan administrasi kependudukan, layanan pernikahan dari Kementerian Agama, pengurusan SIM, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Artikel Terkait