Sunat On The Road Banyuwangi, Pasutri Polisi-Dokter Khitan Gratis Anak Kurang Mampu

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 3 Februari 2026, 10:55 WIB
SUNAT ON THE ROAD - Kegiatan sunat on the road yang digagas pasangan suami-istri Setyo Budi Bijaksana dan Khusnul Imama di Banyuwangi. Sebanyak 15 anak telah disunat dalam kegiatan sosial itu. (dok.pribadi)
SUNAT ON THE ROAD - Kegiatan sunat on the road yang digagas pasangan suami-istri Setyo Budi Bijaksana dan Khusnul Imama di Banyuwangi. Sebanyak 15 anak telah disunat dalam kegiatan sosial itu. (dok.pribadi)

BanyuwangiNet.com – Pasangan suami istri Setyo Budi Bijaksana dan Khusnul Imama menginisiasi program sosial bertajuk “sunat on the road” di Banyuwangi. Melalui program ini, mereka berkeliling ke rumah-rumah warga kurang mampu dan anak yatim piatu untuk mengkhitan anak secara gratis.

Setyo merupakan anggota Polri berpangkat Aiptu yang berdinas di Polresta Banyuwangi, sementara sang istri, Khusnul, adalah dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit swasta di Banyuwangi.

Program sunat on the road telah berjalan sekitar empat bulan. Selama periode tersebut, sedikitnya 15 anak dari keluarga kurang mampu telah mendapatkan layanan khitan gratis.

KNMP Banyuwangi Hampir Rampung, Perkuat Wisata Kuliner Seafood Pesisir

Berbeda dengan sunat massal pada umumnya, khitan dilakukan langsung di rumah anak, dengan melibatkan tenaga medis profesional.

“Sunat on the road ini konsepnya seperti sunat massal, tapi kami yang datang ke rumah anak. Jadi mereka tidak perlu ke klinik atau fasilitas kesehatan,” kata Setyo, Selasa (3/2/2026).

Setyo mengungkapkan, pemilihan metode jemput bola bukan tanpa alasan. Di lingkungannya, masih banyak orang tua yang enggan mengantar anak ke sunat massal gratis karena merasa malu atau takut dicap sebagai keluarga tidak mampu.

“Mereka beranggapan sunat massal itu hanya untuk keluarga miskin. Karena itu kami datang langsung ke rumah agar anak dan keluarganya lebih nyaman,” jelasnya.

KSOP Tanjung Wangi Terbitkan Notice to Marine Evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya

Selain itu, khitan di rumah dinilai lebih ramah bagi anak karena setelah tindakan medis selesai, mereka bisa langsung beristirahat di rumah sendiri.

Informasi mengenai sunat on the road disebarkan dari mulut ke mulut. Setyo dan istrinya juga membagikan nomor kontak agar warga yang membutuhkan bisa menghubungi langsung.

Adapun sasaran program ini adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu, yatim, korban broken home, atau anak yang ditinggal orang tua merantau dan diasuh oleh kakek-nenek.

“Intinya sasaran kami adalah keluarga yang benar-benar tidak punya biaya dan sangat membutuhkan,” ujar Setyo.

Sebelum pelaksanaan, pasangan ini melakukan survei dan meminta persetujuan keluarga. Hal tersebut penting untuk menghindari kesalahpahaman.

ASN Banyuwangi Berbagi, Saat Membantu Warga Jadi Sumber Kebahagiaan

“Pernah ada keluarga yang tiba-tiba menolak karena tidak mau dikira dari keluarga miskin,” ceritanya.

Setyo menegaskan, kegiatan sosial ini tidak memiliki sponsor. Seluruh kebutuhan, mulai dari alat medis hingga obat-obatan, ditanggung secara mandiri oleh keluarga.

Sementara itu, Khusnul memastikan bahwa tindakan khitan dilakukan oleh tim medis berpengalaman, terdiri dari dokter dan perawat.

“Metode yang kami gunakan kombinasi laser dan konvensional, yang risikonya lebih minim terhadap pendarahan dan pembengkakan,” ujar Khusnul.

Selain khitan, tim juga memberikan obat pascatindakan serta melakukan pemantauan selama sekitar satu minggu dengan melibatkan kader kesehatan di wilayah setempat.