Seminar Pendidikan Banyuwangi Dorong Guru Adaptif di Era Digita

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 19 September 2026, 15:06 WIB
WhatsApp Image 2026-09-19 at 13.11.41
Seminar Pendidikan Nasional di Pendopo |Saba Swagatha Blambangan.

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Salah satunya dilakukan melalui Seminar Pendidikan Nasional yang membahas transformasi guru dan tantangan pendidikan di era digital.

Seminar yang digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (19/9/2026), tersebut diikuti sekitar 350 peserta. Mereka terdiri atas guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, tenaga kependidikan, serta pemerhati dan praktisi pendidikan.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Pemkab Banyuwangi dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (IKA FIP UNJ). Seminar mengangkat tema “Transformasi Guru Masa Depan dan Masa Depan Guru Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Sejumlah praktisi pendidikan hadir sebagai narasumber, yakni Wakil Dekan II FIP UNJ Dr. Cecep Kustandi, Sekjen PB PGRI sekaligus Ketua IKA FIP UNJ Dr. Dudung Abdul Qodir, serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Dr. Alfian.

Selain membahas pembelajaran di era digital dan penguatan karakter anak, seminar juga memberikan ruang diskusi kepada peserta. Berbagai pertanyaan, aspirasi, dan masukan terkait dunia pendidikan disampaikan dalam sesi tersebut.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, perkembangan zaman yang berlangsung cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Menurutnya, proses pembelajaran perlu bergerak dari pola konvensional menuju sistem yang lebih fleksibel dan memanfaatkan teknologi digital.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas, profesionalisme, serta peran guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan agar semakin adaptif terhadap dinamika zaman dan kebutuhan anak didik di era digital saya ini,” ujar Ipuk saat membuka seminar.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) periode 2022-2024, Abdullah Azwar Anas.

Ipuk mengajak seluruh insan pendidikan di Banyuwangi untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membangun pendidikan yang semakin berkualitas dan inklusif. Ia juga mengingatkan para guru agar tidak berhenti meningkatkan kemampuan.

“Guru tidak boleh berhenti belajar. Upgrade terus skill dan kompetensi, termasuk di bidang teknologi,” ujarnya.

Menurut Ipuk, sekolah juga perlu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, inklusif, sekaligus mampu mendorong kreativitas siswa.

“Jangan jadikan ruang kelas satu-satunya tempat untuk belajar. Guru harus bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas di sekitar sekolah, hingga orang tua sebagai partner. Sehingga pendidikan yang diberikan semakin berkualitas dan membangun kreativitas siswa,” pesannya.

Sementara itu, narasumber seminar Dr. Dudung Abdul Qodir menyampaikan sejumlah kemampuan yang perlu dimiliki guru agar mampu menghadapi perubahan dunia pendidikan.

Pemkab Banyuwangi dan IAI Jatim Perkuat Kolaborasi Pembangunan Berbasis Identitas Lokal

Ia menyebut sedikitnya ada tiga hal yang menjadi kunci bagi guru untuk terus berkembang. Pertama, trend watching, yakni kemampuan membaca dan menganalisis perkembangan aktual.

Menurut Dudung, guru perlu memperbanyak membaca dan memperluas informasi agar memahami berbagai tren yang sedang berkembang dalam dunia pendidikan.

Bupati Banyuwangi Jamin Pendidikan Anak Dua Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Banyuwangi

Kedua, envisioning atau kemampuan merancang dan melihat kebutuhan serta kebijakan pendidikan ke depan. Ketiga, critical thinking, yakni kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Dengan tiga hal itu, guru pasti mampu memberikan pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan, dengan cara yang juga sesuai dengan zaman anak didiknya,” pungkasnya.

Artikel Terkait