Satu Dekade “Banyuwangi Batik Festival”, Bukti Konsistensi Pengembangan Ekosistem Batik Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 22 Oktober 2023, 09:58 WIB
WhatsApp-Image-2023-10-22-at-09.43.52-1

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi konsisten mengembangkan ekosistem batik lokal Banyuwangi, salah satunya selama satu dekade Banyuwangi rutin menggelar Banyuwangi Batik Festival (BBF). Tahun ini BBF digelar 2023, di Creative Hub, Terminal Pariwisata Terpadu, Jumat- Sabtu (21-22/10/2023).

Berkat konsistensi tersebut kini industri dan gerai batik terus tumbuh, seiring dengan banyaknya desainer-desainer muda yang bermunculan. Tidak hanya itu, motif batik Banyuwangi juga terus berkembang dan dieksplorasi dari kekayaan potensi yang dimiliki Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, mengatakan Banyuwangi Batik Festivalbukan hanya sekadar fashion show. Namun merupakan rangkaian dari upaya Banyuwangi menumbuhkan ekosistem batik di Banyuwangi.

Selama ini Banyuwangi tidak hanya menggelar peragaan busana, namun juga banyak menggelar pelatihan dan mendatangkan para ahli, desainer, dan pelaku batik ternama nasional ke Banyuwangi, untuk melatih Indukstri Kecil Menengah (IKM) batik Banyuwangi.

Ipuk berharap industri batik Banyuwangi semakin berkembang, sehingga kesejahteraan pelaku IKM batik turut terkerek. “Mudah-mudahan ikhtiyar ini bisa meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, khususnya batik,” kata Ipuk, di malam puncak BBF, Sabtu (22/10/2023) malam.

Puluhan Busana Batik Karya Desainer Banyuwangi Tampil di Fashion On Pedestrian 2023

“Event ini sebagai ajang promosi, sekaligus upaya meningkatkan daya saing para pelaku IKM batik di Banyuwangi. Tak sekadar membuat kain batik, mereka kita dorong agar bisa membuat pakaian jadi yang banyak digemari masyarakat,” tambah Ipuk.

Fashion show ini menampilkan puluhan karya desain busana batik khas Banyuwangi. Puluhan talent tampak melenggang di sepanjang catwalk memperagakan beragam desain busana batik yang dirancang langsung oleh para pelaku IKM batik di Banyuwangi. Ada busana muslim, casual, resmi, hingga busana pesta.

Banyuwangi Batik Festival yang telah memasuki satu dekade pelaksanaannya tersebut tidak sekadar menggelar fashion show. Namun, juga diiringi serangkaian kegiatan lain yang mendorong kecintaan generasi muda pada batik.

Mulai lomba desain batik, fashion on pedestrian, pemilihan duta batik, jazz batik, pasar batik, hingga meras batik yang semuanya melibatkan kalangan anak-anak remaja dan pelajar.

Banyuwangi Berikan Bantuan Pangan Pengentasan Stunting untuk15.445 Keluarga

Banyuwangi sendiri memiliki 44 motif batik yang setiap tahunnya secara bergantian diangkat sebagai tema besar BBF. Tahun ini, giliran motif Sembruk Cacing yang menjadi tema utama BBF.

Motif ini memiliki filosofi kesuburan. Sembruk memiliki arti rumah, dan cacing merupakan hewan melata yang mempunyai peran penting dalam membantu menguraikan bahan organik menjadi zat hara di dalam tanah sehingga tanahnya menjadi subur.

Motif batik tersebut didesain menjadi berbagai busana yang ditampilkan secara apik pada puncak BBF 2023.

Di antara karya yang ditampilkan adalah kolaborasi IKM Batik My Soen, Sekar Bakung, dan Godho yang menyuguhkan desain busana casual nan simple namun tetap elegan.

Desain ini terinspirasi dari ritual methik. Upacara adat yang dilaksanakan menjelang panen sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME.

Punya Trek yang Lengkap, Banyuwangi Surga Penggemar Sepeda di Indonesia

“Methik identik dengan panen, di sawah. Jadi busananya juga yang simple tapi tetap anggun,” kata Mela, pelaku usaha batik My Soen.

Desain lainnya datang dari kolaborasi IKM batik Pringgokusumo, Mertosari, dan Gubyab yang menyuguhkan busana muslim casual dengan pemilihan warna cerah, cocok untuk kalangan remaja.

Berikutnya karya IKM batik Seblang, Banjarwangi, dan Sigro Arum dengan tema Adat Progressif. Kolaborasi ini menyuguhkan outfit dengan outer batik.

Disusul karya IKM batik Sayak, Dewa, dan Suraganti yang mengusung tema Lontaran. Ini adalah sebuah ritual pembacaan manuskrip kuno Lontar yang dilaksanakan semalam suntuk. Ritual ini merupakan tradisi selamatan bersih desa.

Fashion show ditutup dengan karya IKM batik Gondho Arum, Osing Ningrat, dan Sekar Kedaton. Kolaborasi ini menyuguhkan busana-busana mewah dengan pemilihan tone warna yang kalem, sesuai dengan tema “priyayi”.

Kegiatan ini dihadiri Staf Ahli Menteri Kesehatan Ubaidillah Amin, Kepala Bakorwil V Jember Nanang Fajar, Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Perwakilan BI Jember Goenawan, wakil Bupati Banyuwangi Sugirah, serta jajaran OPD Kabupaten Banyuwangi.

Artikel Terkait