Saat Bupati Ipuk Mengunjungi Sentra Batik Banyuwangi yang Merintis di Masa Pandemi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 27 Oktober 2022, 11:17 WIB
IMG-20221019-WA0110-1

Di gawangi pasangan muda, sentra batik Banyuwangi yang Merintis di Masa Pandemi.

BanyuwangiNet-Ketika banyak dunia usaha tiarap, pasangan suami istri di Banyuwangi ini justru mulai merintis usaha batik justru di masa pandemi Covid-19. Berkat kegigihan, sentra batik mereka kini kian berkembang.

Pasangan tersebut adalah Riza Nur Hanafi dan Ani Hanafi, asal Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang mengapresiasi ketekunan pasangan muda tersebut dalam merintis usaha batik di masa pandemi. “Saya dengar tadi mereka merintis ketika pandemi. Usahanya bisa tetap jalan dan bertahan hingga berkembang seperti saat ini,” puji Ipuk, yang mengunjungi sentra batik milik pasangan tersebut, di sela Agenda Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di desa tersebut.

Angkat Usaha Warga Miskin Desa, Banyuwangi Salurkan Ribuan Bantuan Alat Usaha

Agenda Bunga Desa yang rutin dilaksanakan Ipuk, selain jemput bola pelayanan publik, namun juga diisi dengan meninjau UMKM di desa tersebut, untuk mendorong dan mengetahui kendala ekonomi arus bawah.

Ipuk mengapresiasi desain sentra batik yang diberi Citra Batik tersebut. “Sentra batik Banyuwangi ini menarik karena desainnya selain terdapat tradisional juga ada desain kontemporer, cocok untuk kaula muda,” kata Ipuk.

Ipuk menuturkan, pemikiran terhadap batik sebagai pakaian formal harus dikurangi, karena menurutnya batik juga bisa dipakai secara casual. Alumni Universitas Negeri Jakarta tersebut menambahkan, selama ini batik menjadi salah satu sektor yang dikembangkan Banyuwangi.

Gandrung Banyuwangi Goes to London, Bupati Ipuk: Kesempatan Menambah Wawasan

Pemkab Banyuwangi telah banyak melakukan pelatihan pada pelaku batik terutama anak-anak muda dengan mendatangkan desainer ternama. Banyuwangi juga mengolaborasikan desainer nasional dan lokal untuk mengembangkan kekayaan batik Banyuwangi.

“Pemkab Banyuwangi juga rutin gelar Banyuwangi Batik Festival untuk menunjukkan bahwa anak muda juga bisa pakai batik dengan desain kekinian. Bisa dipakai sehari-hari,” ujar Ipuk.

Sementara Riza, menjelaskan ia merintis usaha bersama dengan istrinya sejak 1,5 tahun yang lalu Saat ini omsetnya bisa mencapai 5-20 juta tergantung musim belanja.

Riza menjelaskan dia mempelajari berbagai motif batik hingga ke luar kota. “Sempat belajar motif batik alam dan tulis di Malang dan Pasuruan, juga membatik secara otodidak,” terang Riza.

Ada banyak motif yang disediakan Citra Batik, termasuk Batik Gajah Oling, kangkung setingkes, hingga motif Buah Naga. Riza menuturkan bisa membuat 20-50 lembar kain setiap harinya, sementara untuk batik lukis pengerjaannya butuh waktu 3-7 hari.

“Tidak mesti, ketika pandemi kami tidak mencetak banyak karena berkurangnya pemesanan. Alhamdulillah sekarang mulai membaik,” ujar Riza.

Selain menjual kain batik, Riza juga menyediakan produk jadi seperti udeng, baju, dan syal.