Program Prioritas Bupati Banyuwangi Lima Tahun ke Depan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 5 Maret 2025, 17:23 WIB
Pemaparan program prioritas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Pemaparan program prioritas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

BanyuwangiNet.com – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memaparkan arah kebijakan pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan.

Dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi, Rabu (5/3/2025), Ipuk menegaskan pembangunan daerah akan berfokus pada satu prioritas utama, dua prioritas wajib, dan tiga prioritas pengungkit.

Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo, Banyuwangi Tingkatkan Fasilitas Kesehatan dan Bangun Rumah Sakit

Pengentasan Kemiskinan sebagai Prioritas Utama

Ipuk menegaskan percepatan pengentasan kemiskinan menjadi agenda utama pemerintahannya. Hal ini sejalan dengan target nasional dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 4,5 persen.

“Prioritas utama kita adalah mempercepat pengentasan kemiskinan. Tidak hanya di Banyuwangi, tetapi juga di tingkat provinsi dan nasional,” ujar Ipuk.

Saat ini, Banyuwangi mencatat angka kemiskinan sebesar 6,54 persen, menjadikannya kabupaten dengan tingkat kemiskinan terendah ketiga di Indonesia.

Untuk menurunkan angka tersebut, pemerintah daerah akan menerapkan strategi peningkatan pendapatan masyarakat miskin, pengurangan beban pengeluaran, serta pencegahan transmisi kemiskinan antar generasi.

Stok Bahan Pokok di Banyuwangi Aman, Bupati Ipuk Pantau Stabilitas Harga

Pendidikan dan Kesehatan sebagai Prioritas Wajib

Dua sektor yang menjadi prioritas wajib adalah pendidikan dan kesehatan. Menurut Ipuk, peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan menjadi faktor kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing dan berkarakter kuat.

“Kami berkomitmen untuk memastikan pendidikan yang berkualitas dan merata. Tidak boleh ada anak yang putus sekolah, dan kami akan menyediakan beasiswa bagi seribu anak muda Banyuwangi,” kata Ipuk.

Di sektor kesehatan, pemerintah akan memastikan layanan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Pemenuhan gizi ibu hamil, anak usia dini, dan pelajar menjadi fokus utama dalam membangun generasi emas Banyuwangi.

“Kami juga akan memperluas akses layanan kesehatan dengan mendirikan rumah sakit di daerah selatan serta membangun pusat jantung dan stroke di RSUD Blambangan,” tambahnya.

Puncak Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Ketapang Diprediksi 27-28 Maret 2025

Tiga Prioritas Pengungkit Pembangunan

Untuk mempercepat pencapaian target pembangunan, pemerintah daerah menetapkan tiga prioritas pengungkit, yaitu:

Penguatan sektor unggulan rakyat: Pemerintah akan mendorong sektor-sektor ekonomi berbasis rakyat agar lebih produktif dan berdaya saing.

Pemerataan infrastruktur dasar, sosial, dan ekonomi: Program ini mencakup pembangunan dan peningkatan kualitas jalan, perbaikan rumah tidak layak huni, serta pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wongsorejo dan TPS Karetan.

Percepatan digitalisasi layanan publik: Transformasi digital di berbagai sektor akan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi layanan kepada masyarakat.

“Langkah kita ke depan jelas. Kita tuntaskan tiga prioritas pengungkit untuk mempercepat pembangunan, jalankan dua prioritas wajib secara berkelanjutan, dan secara akumulatif semua ini akan berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan,” ujar Ipuk.

Pemerintah Banyuwangi telah menyusun berbagai program konkret untuk mendukung visi pembangunan tersebut.

Apel Perdana Ipuk Fiestiandani-Mujiono

Program pembangunan yang akan dijalankan, di antaranya:

  1. Beasiswa kuliah untuk 1.000 anak muda Banyuwangi;
  2. Pendirian Institut Seni Indonesia di Banyuwangi;
  3. Zero drop out di kalangan pelajar;
  4. Tidak ada sekolah rusak;
  5. Jaminan kesehatan untuk seluruh penduduk;
  6. Pendirian rumah sakit di daerah selatan;
  7. Pusat jantung dan stroke di RSUD Blambangan sering peningkatan kasus penyakit tidak menular;
  8. Kualitas layanan kesehatan terus kita tingkatkan;
  9. SDM, sarana prasarana dan obat-obatan terus kita tingkatkan kecukupannya sehingga Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 95%.
  10. Penyelesaian pembangunan Jalan Lintas Timur (JLT) dan Jalan Lintas Selatan (Pansela);
  11. Peningkatan kualitas jalan pada 518 ruas jalan Kabupaten;
  12. 10.000 perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH);
  13. 30.000 titik LPJU pada ruas Jalan Kabupaten;
  14. Pembangunan TPA Wongsorejo dan TPST Karetan;
  15. Pembangunan Pasar Banyuwangi dan Revitalisasi Inggrisan.
Artikel Terkait