Petani Muda Banyuwangi Jadi Penggerak Pertanian Berkelanjutan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 6 Januari 2025, 11:10 WIB
1000145869
Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono

BanyuwangiNet.com – Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendorong keterlibatan anak muda di sektor pertanian.

“Banyuwangi merupakan daerah agraris dengan hasil pertanian besar. Kini, inovasi di sektor ini didukung oleh banyaknya anak muda yang terjun langsung. Kami siap mendukung program-program pertanian yang ada di Banyuwangi,” ujar Sudaryono saat mengunjungi Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Sirtanio di Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Minggu (5/1/2025).

Dorong Produksi Susu Segar, Wamen Pertanian Kunjungi Banyuwangi

Pusat pelatihan ini menjadi simbol keberhasilan Banyuwangi dalam mengembangkan produk pertanian berbasis organik. Sirtanio kini memasok beras organik ke 18.000 supermarket di Indonesia dan mengekspor ke Amerika Serikat, China, serta Italia. Berbagai varietas padi asli Banyuwangi juga telah diakui secara nasional dengan mendapatkan sertifikat organik.

Dalam kunjungannya, Sudaryono bertemu dengan petani muda Banyuwangi yang tergabung dalam program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) Kementerian Pertanian. Dari total 200 ribu peserta YESS secara nasional, Banyuwangi menyumbang sekitar 9.000 anak muda. “Banyuwangi termasuk daerah dengan akselerasi terbaik untuk program YESS,” ujar Sudaryono.

Ia berharap generasi muda ini dapat berperan besar dalam mendukung target pemerintah untuk mengakhiri impor beras, jagung, garam konsumsi, dan gula konsumsi pada 2025. “Petani milenial harus menjadi motor penggerak. Dengan terjun langsung menanam komoditas tersebut, kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri,” katanya.

Sentuhan Seni Arsitektur Osing, di Wajah Baru Stasiun Banyuwangi Kota

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa Pemkab Banyuwangi terus mendukung inovasi dan regenerasi di sektor pertanian. Salah satunya melalui program Jagoan Tani, yang menjadi inkubator bagi petani muda. “Kami berharap ke depan semakin banyak anak muda yang terlibat dan menjadikan pertanian sebagai sektor unggulan,” ujarnya.

Ipuk juga menekankan pentingnya pertanian berbasis organik untuk keberlanjutan ekonomi. “Produk organik tidak hanya diminati pasar, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar. Oleh karena itu, kami terus mendorong petani untuk menerapkan sistem pertanian terintegrasi,” jelasnya.

Regenerasi petani yang sukses di Banyuwangi menjadi bukti bahwa sektor pertanian memiliki masa depan cerah. Dengan kombinasi dukungan pemerintah, inovasi teknologi, dan keterlibatan anak muda, Banyuwangi kini menjadi model bagi daerah lain dalam membangun pertanian berkelanjutan.

Artikel Terkait