Pengendara Pingsan Saat Antre di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Ketika Puncak Arus Balik
BanyuwangiNet.com – Seorang pengendara mobil dilaporkan sempat pingsan saat mengantre di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, pada puncak arus balik Jawa–Bali, Minggu (29/3/2026). Setelah mendapat penanganan medis di pos kesehatan pelabuhan, pengendara tersebut pulih dan dapat melanjutkan perjalanan.
Pengendara itu diketahui bernama Guruh Wahyu Wibowo (56), warga Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Ia tengah mengantre untuk menyeberang menuju Bali saat kejadian terjadi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Guruh telah berada di antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang sejak sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah menunggu sekitar enam jam, kondisinya melemah dan ia sempat pingsan di dalam mobil.
Petugas pelabuhan yang mengetahui kejadian tersebut segera mendatangi kendaraan Guruh dan mengevakuasinya ke pos kesehatan yang tersedia di area pelabuhan.
Petugas medis yang berjaga kemudian memberikan penanganan awal.
Diaspora Banyuwangi 2026, Spirit Tandang Bareng Perkuat Kontribusi Perantau untuk Daerah
“Penyebab pingsan karena kelelahan dan perut kosong,” kata Gandes, petugas medis di pos kesehatan pelabuhan.
Menurutnya, Guruh menjalani penanganan medis selama sekitar 30 menit. Ia juga diberikan suntikan obat agar kondisinya segera pulih.
“Yang bersangkutan juga kami arahkan agar segera bersarapan. Karena kondisinya lemas karena belum makan,” ujarnya.
Setelah kondisi tubuhnya membaik, Guruh diperbolehkan kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan menuju Bali.
Pada hari yang sama, arus balik di Pelabuhan Ketapang mencapai puncaknya. Ratusan kendaraan memadati jalur menuju pelabuhan yang menjadi penghubung utama Jawa–Bali tersebut.
Tradisi Lebaran Kopat Boyolangu Banyuwangi, Warga Makan Ketupat Bersama Tiap 7 Syawal
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer. Data dari peta digital Google Maps memperlihatkan ekor kemacetan berada sekitar 5 kilometer dari pintu masuk pelabuhan, meski kepadatan terjadi secara terputus di sejumlah titik.
Menjelang siang hari, antrean kendaraan didominasi oleh truk logistik. Selain itu, sejumlah kendaraan pribadi juga terlihat ikut mengantre untuk menyeberang.
Di area parkir pelabuhan, kendaraan roda dua maupun roda empat memenuhi kantong parkir yang tersedia. Banyak pengendara diketahui telah menunggu giliran naik kapal selama berjam-jam.
Operator penyeberangan, ASDP Indonesia Ferry, menyebut kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang terutama didominasi truk logistik yang mulai berdatangan sejak Sabtu (28/3/2026) malam.
ASDP Prediksi Puncak Arus Balik Kedua Ketapang-Gilimanuk pada 28–29 Maret 2026
Untuk mengurangi antrean kendaraan, pihak ASDP menerapkan sistem tiba bongkar muat (TBB) di enam dermaga yang beroperasi di pelabuhan tersebut.
Dermaga yang digunakan meliputi tiga dermaga LCM, dua dermaga Bulusan, serta Dermaga MB IV.
Selain itu, kantong parkir di luar area pelabuhan juga difungsikan untuk menampung kendaraan yang menunggu giliran masuk ke area penyeberangan. Namun tingginya volume kendaraan membuat antrean di sejumlah ruas jalan sekitar pelabuhan tetap terjadi.
Sumber: TribunJatimTimur.com