Pendaftaran Beasiswa Banyuwangi Cerdas Kembali Dibuka
BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi kembali membuka program beasiswa penuh Strata 1 (S1), melalui beasiswa Banyuwangi Cerdas, bagi anak muda Banyuwangi berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Banyuwangi Cerdas diperuntukkan bagi anak-anak muda berprestasi dari keluarga kurang mampu, yatim piatu, dan disabilitas berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Diluncurkan sejak tahun 2011, program ini telah menyasar 3.647 mahasiswa asal Banyuwangi dengan total anggaran yang telah dikucurkan mencapai Rp. 39,47 Miliar.
Tahun ini, beasiswa Banyuwangi Cerdas kembali membuka pendaftaran dengan target sasaran sekitar 169 penerima. Adapun anggaran yang disiapkan mencapai Rp. 2,02 Miliar.
“Lewat program ini, Banyuwangi memberikan akses bagi anak-anak yang kurang beruntung untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat bertemu perwakilan penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas di sela kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) di Sumberayu, Kecamatan Muncar, Senin (29/7/2024).
Ipuk menegaskan, sektor pendidikan menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya, diwujudkan lewat program beasiswa agar anak-anak muda berprestasi dari keluarga kurang mampu juga bisa menikmati pendidikan hingga ke jenjang strata satu (S1).
Kereta Api Blambangan Ekspress Banyuwangi – Jakarta dengan New Generation Resmi Beroperasi
“Ini merupakan bagian dari upaya peningkatan daya saing SDM Banyuwangi. Dengan taraf pendidikan yang lebih baik, harapannya anak-anak ini bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak, sehingga mereka bisa mengentaskan keluarganya dari kemiskinan,” harap Ipuk.
Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, saat ini ada 5 perguruan tinggi negeri yang telah bekerja sama dengan pemkab terkait program tersebut. Antara lain, Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Solo), UIN Jember, Universitas Negeri Jember (UNEJ), Universitas Hindu Negeri (UHN) Bali, dan Universitas Terbuka (UT) Jember.
“Pendaftaran sudah dibuka mulai 15 Juni hingga 12 Agustus 2024. Kuotanya ditentukan dari masing-masing perguruan tinggi,” kata Suratno.
Dia menjelaskan, ada dua syarat yang harus dipenuhi bagi mereka yang mengajukan beasiswa ini. Yakni, mereka harus berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Para Pembalap Tour de Banyuwangi Ijen, Terkesan Semangat Warga Banyuwangi
“Itu dibuktikan dengan dokumen pendukung. Seperti form yang berisi tentang biodata orang tua, pekerjaan, rekening listrik, dan foto rumah dari berbagai sisi. Nantinya ada tim khusus yang akan mensurvey ke lokasi,” jelas Suratno.
Kedua, mereka harus lolos dalam seleksi PTN yang bersangkutan.
Sejak diluncurkan tahun 2011, program ini telah dirasakan manfaatnya oleh 3.647 penerima manfaat. Mereka terdiri atas 2.785 orang penerima manfaat dari jalur Bidik Misi, dan 862 orang penerima manfaat beasiswa insidental.
“Beasiswa Insidental ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang sudah menjalani perkuliahan namun mengalami kesulitan biaya di pertengahan jalan. Untuk besarannya menyesuaikan dengan kebutuhan,” pungkas Suratno.
Selain beasiswa pendidikan program S1, Pemkab Banyuwangi juga terus menyalurkan berbagai program afirmasi pendidikan lainnya. Seperti bantuan uang saku dan uang transportasi bagi pelajar dari keluarga kurang mampu, gerakan daerah angkat anak muda putus sekolah (Garda Ampuh), bantuan uang kos, dan masih banyak lainnya.