Pantau Debit Air Irigasi Jaga Produksi Pangan Dampak El Nino
BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi telah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi potensi dampak El Nino yang memicu kemarau panjang, salah satunya dengan terus memantau debit air irigasi agar produksi pangan di Banyuwangi terjaga.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, telah memerintahkan dinas terkait untuk terus memantau dan memastikan produksi pangan terjaga dalam menghadapi dampak El Nino.
“Saya minta OPD untuk cek di lapangan masing-masing. Dinas PU Pengairan harus terus memantau debit air di dam-dam dan bendungan untuk memastikan sawah teraliri air dengan baik. Demikian juga Dinas Pertanian harus memeriksa produksi beras karena kemungkinan produksi padi tidak akan seproduktif sebelumnya, walaupun saat ini stok beras kita masih surplus hingga akhir tahun,” jelas Ipuk.
Data dari Dinas PU Pengairan menunjukkan bahwa tampungan air di sejumlah dam di Banyuwangi masih mencukupi. Meskipun debit air saat ini lebih rendah dibandingkan dengan kondisi normal, air tersebut masih mencukupi untuk mengairi persawahan.
Deteksi Dini Kesehatan Masyarakat, Bupati Ipuk Dorong Tiap Desa Punya Poskesdes
Kondisi debit air di beberapa dam di Banyuwangi seperti dam Karangdoro (8000 liter/detik), dam Tengoro (1209 liter/detik), bendung Stail Genteng (2624 liter/detik), dan bendung Porolinggo Glenmore (1300 liter/detik) masih cukup untuk mengairi sawah dengan luas ribuan hektar.
Kepala Dinas PU Pengairan, Guntur Priambodo, menjelaskan bahwa mereka bersama Dinas Pertanian telah menerapkan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) berdasarkan ketersediaan air irigasi. Saat ini, ada 7.408 hektar sawah padi yang masuk dalam RTTG dan memerlukan pasokan air tambahan.
Meskipun El Nino meningkatkan tingkat penguapan air di lahan pertanian, Guntur optimistis bahwa kapasitas dam yang ada akan cukup untuk mengairi sawah hingga bulan November. Namun, dia juga meminta petani untuk menghemat penggunaan air dan segera melaporkan jika ada kekurangan air sehingga bisa disuplai dari irigasi terdekat.
Kader Posyandu di Banyuwangi Dapat Jaminan Santunan Kematian
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Banyuwangi, stok beras di kabupaten ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. Meskipun produksi padi saat ini terpengaruh oleh El Nino, jumlah panen padi di Banyuwangi untuk bulan September, Oktober, dan November diproyeksikan mencapai 192.797 ton gabah atau 122.807 ton beras. Jumlah konsumsi beras penduduk Banyuwangi berkisar 14 ribu ton per bulan.
Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk menjaga kecukupan pangan dan mengatasi dampak dari El Nino dengan koordinasi yang baik antara dinas terkait. Antisipasi ini diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian di wilayah tersebut.