Menunggu Revitalisasi Inggrisan Banyuwangi, Tempat yang Banyak Menyimpan Sejarah

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 1 September 2022, 22:18 WIB
IMG-20220901-WA0074
Revitalisasi Inggrisan Banyuwangi
Menko Luhut Binsar Pandjaitan bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melihat desain Revitalisasi Inggrisan Banyuwangi.

BanyuwangiNet-Revitalisasi Inggrisan Banyuwangi hanya menunggu waktu. Ini setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, meninjau langsung bangunan Inggrisan yang merupakan tempat bersejarah, Kamis (1/9/2022).

Inggrisan begitu warga Banyuwangi menyebutnya. Gedung ini merupakan aset TNI AD yang dulunya merupakan Kantor Dagang Inggris.

Gedung ini menjadi saksi sejarah, bagaimana Banyuwangi di abad ke-18 memiliki hubungan erat dengan Kota Broome, Australia Barat. Saat itu, dua wilayah ini merupakan jajahan Inggris.

Selain menjadi Kantor Dagang Inggris, hasil penelitian Dr. Thor Kerr dari Curtin University Perth Australia dan Irfan Wahyudi, PhD dari Universitas Airlangga, menyebutkan Banyuwangi dan Broome pernah terkoneksi oleh satu jalur kabel telegram bawah laut yang dibangun Inggris mulai dari Eropa hingga Australia pada awal abad ke-18.

Pemasangan kabel telegram tersebut ditarik dengan kapal selama 10 hari. Gedung Inggrisan yang menjadi kantor operatornya. Menurut penelitian tersebut, bangunan Inggrisan memiliki kesamaan arsitektur dengan kantor gedung yang menjadi kantor operator di Broome dulu.

Bermodalkan Gotong-Royong Warga, Gintangan Bamboo Festival Banyuwangi Berlangsung Meriah

Kini Inggrisan akan segera direvitalisasi. Menko Luhut yang didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Kav Eko Julianto Ramadan, sangat terkesan dengan desain arsitektur rencana revitalisasi tersebut. “Wah ini bagus, keren, ada kolam renangnya juga,” kata Luhut saat melihat desain arsitektur revitalisasi Inggrisan.

Desain Revitalisasi Inggrisan Banyuwangi

Desain arsitektur tersebut merupakan karya dari arsitek ternama yang dikenal piawai dalam memasukkan unsur budaya, Youri Antar. Nantinya akan terdapat banyak fasilitas di Gedung Inggrisan, mulai gedung serbaguna, hotel, klinik, restoran dan galeri, kolam renang, dan fasilitas pendukung lainnya.

Luhut meminta apabila direvitalisasi nantinya, tidak mengubah bentuk asli bangunan. “Nanti jangan mengubah bentuk bangunan aslinya. Pohon-pohon yang ada juga jangan ditebang. Untuk prajurit yang masih tinggal di gedung ini sudah disiapkan rumah,” kata Luhut.

Dalam kesempatan tersebut Luhut mengatakan lebih baik gedung Inggrisan dikelola dengan baik agar nantinya bisa menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. “Kalau lokasi ini kemudian direvitalisasi, menjadi destinasi yang keren, akan bermanfaat bagi ekonomi masyarakat,” tambah Luhut.

Bupati Ipuk menjelaskan pemkab berniat untuk merevitalisasi bangunan tersebut sebagai bagian pelestarian cagar budaya. Bahkan, pemkab juga telah menandatangani MoU dengan Kodam V Brawijaya tentang revitalisasi aset milik TNI AD tersebut, untuk merevitalisasi aset milik TNI AD tersebut dikemas menjadi wisata sejarah pada 2019 lalu.

Kembali Dibuka, Ratusan Pelaku Usaha Kecil Banyuwangi Nikmati Ongkos Kirim Gratis

Ipuk menjelaskan dalam konsep revitalisasi Inggrisan Banyuwangi sama sekali tidak akan mengubah bangunan asli. “Nantinya Sama sekali tidak akan mengubah bangunan aslinya, karena mengusung konsep heritage dengan lansekap zaman Belanda dulu,” kata Ipuk.

Menurut bupati perempuan tersebut Inggrisan perlu direhabilitasi karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. Banyak nilai historis yang bisa digali dari bangunan ini, dan sangat menarik untuk tahu sejarah di balik bangunan tersebut.

“Saat ini banyak orang yang tertarik dengan wisata sejarah. Mengetahui sejarah zaman dahulu menjadi daya tarik wisata tersendiri, seperti yang banyak dilakukan di Eropa. Inggrisan nantinya dikembangkan jadi wisata sejarah,” kata Ipuk.

Ditambahkan Sekda Banyuwangi, Mujiono, untuk penghuni yang masih tinggal di Gedung Inggrisan, sudah disiapkan rumah pengganti yang ada di Kelurahan Sukowidi. “Sudah disiapkan rumah. Sebagian penghuni juga telah pindah ke tempat itu,” kata Mujiono.