Kisah Haru Pelepasan 391 Jamaah Haji Banyuwangi, Ada Loper Koran 88 Tahun yang Menabung Bertahun-tahun

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 13 Mei 2025, 20:35 WIB
IMG-20250513-WA0027

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali memberangkatkan sebanyak 391 jamaah calon haji dalam kloter 44 dan 49 menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Selasa (13/5/2024). Prosesi pelepasan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati ini sekaligus menandai berangkatnya seluruh calon haji asal Banyuwangi tahun ini, dengan total keseluruhan 1.143 orang.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, hadir langsung melepas keberangkatan rombongan yang diangkut menggunakan sembilan unit bus. Dalam sambutannya, Ipuk menyampaikan harapannya agar para jamaah turut mendoakan daerah mereka saat berada di Tanah Suci.

752 Calon Jemaah Haji Diberangkatkan, Bupati Ipuk Titip Doa untuk Banyuwangi

“Kami kembali meminta pada para jamaah haji untuk terus mendoakan Banyuwangi. Doakan agar Banyuwangi selalu diberi keberkahan dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujar Ipuk.

Ipuk juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan memelihara niat yang tulus selama menunaikan ibadah.

“Kami semua mendoakan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan dan kembali pulang menjadi haji yang mabrur,” tambahnya.

Sebelum keberangkatan, Ipuk menyempatkan diri menyapa para jamaah secara langsung di dalam bus. Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Dulhari, seorang jamaah lansia berusia 88 tahun. Dulhari berangkat haji dari hasil menabung selama bertahun-tahun dari pekerjaannya sebagai loper koran.

Dua Kali Kalah Beruntun di 16 Besar, Persewangi Banyuwangi Akhiri Harapan Promosi ke Liga 3

“Pak Dulhari adalah contoh, jika ada niat yang kuat dibarengi dengan ikhtiar untuk bisa berangkat ke Tanah Suci, pasti Allah mampukan,” kata Ipuk, mengapresiasi perjuangan Dulhari.

Dulhari sudah lebih dari 15 tahun menjalani profesi sebagai penjual koran di sekitar perempatan Jalan Masjid Agung Baiturrahman (MAB), Banyuwangi. Setiap pagi, ia selalu hadir menjajakan koran kepada para pengendara, tanpa lelah meski usianya telah senja.

Jenazah PMI Banyuwangi yang Meninggal di Kamboja Akhirnya Tiba di Rumah Duka: Bupati Ipuk Harap Ini yang Terakhir

“Saya jualan koran sudah 15 tahun. Pekerjaan ini saya jalani dengan ikhlas. Uang dari jualan koran saya tabung untuk pergi haji,” ungkap Dulhari.

Dari penghasilannya yang terbatas, Dulhari dengan sabar menabung hingga akhirnya pada tahun 2019, ia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp49 juta dan mendaftarkan diri untuk berhaji. Enam tahun kemudian, tepat di usia 88 tahun, ia akhirnya bisa mewujudkan impian tersebut.

“Alhamdulillah sekarang bisa berangkat,” tutup Dulhari penuh syukur.

Artikel Terkait