Kantor Layanan Publik Kian Ramah Lansia dan Disabilitas

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 5 September 2024, 13:32 WIB
IMG-20240905-WA0036

BanyuwangiNet.com – Kantor pelayanan publik di Banyuwangi kini semakin ramah bagi lansia dan disabilitas, termasuk Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi. BPN Banyuwangi telah melengkapi kantor mereka dengan berbagai fasilitas yang inklusif untuk memudahkan akses bagi kelompok rentan tersebut.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi langkah ini saat meresmikan Kantor BPN Inklusif pada Kamis (5/9/2024) di Singotrunan, Banyuwangi. “Alhamdulillah, terima kasih kepada BPN Banyuwangi yang telah mendesain kantor dan memberikan pelayanan ramah bagi difabel dan lansia. Ini membuat kantor menjadi inklusif dan mudah diakses,” ujar Ipuk.

Ipuk menjelaskan bahwa sejak awal masa kepemimpinannya, berbagai kantor pelayanan publik di Banyuwangi, termasuk Mal Pelayanan Publik (MPP), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelurahan, kecamatan, hingga ruang publik dan destinasi wisata, telah dirancang dengan konsep ramah difabel dan lansia. Fasilitas seperti pagar pegangan, guiding block, kursi roda, alat bantu dengar, dan tongkat kini tersedia di kantor BPN. Selain itu, ada loket khusus untuk lansia dan disabilitas, ruang laktasi, serta tempat bermain anak.

268 ASN Banyuwangi Terima SK Jabatan Fungsional

“Bahkan, petugas yang bisa menggunakan bahasa isyarat juga disiapkan untuk membantu para difabel,” tambah Ipuk.

Lebih lanjut, Bupati Ipuk juga menyoroti program-program pro-difabel yang telah dijalankan Pemkab Banyuwangi. Di sektor pendidikan, program Agage Pintar mewajibkan sekolah untuk menerima anak berkebutuhan khusus (ABK), serta beasiswa Banyuwangi Cerdas bagi siswa difabel yang berprestasi. Pemkab juga rutin mengadakan Festival Kita Bisa, ruang bagi para difabel untuk mengekspresikan bakat dan minat mereka.

Untuk pemenuhan hak sipil, program Go on Document (Godoc) memudahkan para difabel dalam mengurus dokumen kependudukan dengan layanan dari rumah ke rumah. Ipuk juga menekankan komitmen Pemkab Banyuwangi dalam membuka jalur khusus bagi difabel dalam rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) serta mendorong perusahaan swasta untuk menyediakan lowongan kerja bagi difabel.

Melihat Rumah Produksi Furnitur dari Limbah Plastik Berkualitas Ekspor

Kepala BPN Banyuwangi, Mahmud Effendi, menambahkan bahwa selain melengkapi kantor dengan fasilitas inklusif, BPN juga meluncurkan program jemput bola bernama Lapis Ketan (layanan prioritas kelompok rentan). Program ini memungkinkan pemohon untuk hanya perlu datang sekali ke kantor, dengan dokumen dikirim langsung ke rumah. Proses pengurusan yang panjang, seperti pengukuran tanah, juga akan dibantu hingga selesai tanpa perlu kembali ke kantor.

“Kami juga memastikan setiap teller memiliki kemampuan bahasa isyarat dan memberikan pemahaman inklusif kepada semua staf untuk memberikan pelayanan yang nyaman dan ramah,” kata Mahmud.

Dengan peningkatan fasilitas ini, diharapkan layanan publik di Banyuwangi semakin inklusif, ramah, dan mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk lansia dan disabilitas.

Artikel Terkait