Jejak Perjalanan Gandrung Sewu dari Masa ke Masa

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 26 Desember 2024, 14:31 WIB
Festival Gandrung Sewu Dari Masa ke Masa.
Festival Gandrung Sewu Dari Masa ke Masa.

BanyuwangiNet.com – Festival Gandrung Sewu, pagelaran tari kolosal khas Banyuwangi, menorehkan jejak sejarah panjangnya melalui ajang “Festival Gandrung Sewu Dari Masa ke Masa.”

Festival yang berlangsung selama tiga hari, 21-23 Desember 2024, di Gelora Seni Budaya (Gesibu) Blambangan ini, menampilkan perjalanan karya Tari Gandrung Sewu sejak pertama kali digelar pada 2012.

Pagelaran ini diikuti sekitar 2.000 penari dari berbagai daerah di Jawa dan Bali. Antusiasme tinggi para peserta menjadi bukti bahwa Tari Gandrung telah menjadi magnet seni budaya yang memikat hingga skala nasional.

Ketua penyelenggara, Sabar Harianto, menjelaskan bahwa festival ini mengapresiasi para pencipta dan koreografer Gandrung Sewu dari waktu ke waktu. Mulai dari Gandrung Sewu 2012 karya Soemitro Hadi, hingga hasil karya Sabar dan seniman lainnya, seperti Subari, Patih Senawangi, dan Kuwung Wetan.

Rumah Hunian Korban Banjir Bandang Kalibaru Wetan Banyuwangi Resmi Ditempati

“Karya-karya tari Gandrung yang ditampilkan sangat beragam, seperti Paju Gandrung, Jaran Dawuk, Kembang Menur, hingga Gandrung Seblang Lukinto. Ini adalah upaya melestarikan dan memperkenalkan sejarah perjalanan Tari Gandrung kepada generasi muda,” ujar Sabar, maestro seni Banyuwangi.

Ia juga menyebut, evolusi Tari Gandrung terlihat dalam kostum, alat musik, hingga lagu yang digunakan, yang terus menyesuaikan perkembangan zaman.

Tari Gandrung merupakan warisan budaya asli Banyuwangi yang memadukan gerak, lagu, dan irama. Dalam perkembangan Gandrung Sewu, tema yang diangkat selalu merujuk pada fase-fase dalam pertunjukan tradisional Gandrung, yakni Jejer, Paju, Repenan, dan Seblang-Subuh.

Bupati Banyuwangi Cek Kesiapan Destinasi Wisata untuk Libur Nataru

“Festival ini menjadi bukti bahwa seni budaya Banyuwangi memiliki kekayaan dan keragaman yang luar biasa. Kami ingin mengapresiasi para seniman yang telah melahirkan karya luar biasa ini,” tambah Sabar.

Festival ini diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai siswa SD, SMP, SMA, hingga masyarakat umum. Selain menjadi ajang apresiasi, festival ini juga berfungsi sebagai kompetisi yang dinilai oleh dewan juri profesional.

Banyuwangi Raih APBD Award 2024 Kategori Realisasi Belanja Tertinggi dari Kemendagri

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat generasi muda dalam melestarikan budaya lokal.

“Semangat para peserta menunjukkan bahwa Gandrung terus dicintai dan dilestarikan. Ini adalah wujud nyata kecintaan terhadap warisan budaya Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Dengan antusiasme tinggi dari peserta dan penonton, “Festival Gandrung Sewu Dari Masa ke Masa” menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan seni budaya Banyuwangi. Ajang ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mengukuhkan Tari Gandrung sebagai identitas budaya yang terus hidup dan berkembang.

Artikel Terkait