Gandrung Sewu 2025 Dongkrak UMKM, Penginapan, dan Ekonomi Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 26 Oktober 2025, 11:40 WIB
MERAS GANDRUNG: Ritual Meras Gandrung akan mengawali atraksi budaya kolosal Gandrung Sewu 2025 siap digelar di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025).
MERAS GANDRUNG: Ritual Meras Gandrung akan mengawali atraksi budaya kolosal Gandrung Sewu 2025 siap digelar di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025).

BanyuwangiNet.com – Festival Gandrung Sewu 2025 kembali menjadi sorotan setelah sukses memukau ribuan penonton di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, pada Sabtu (25/10/2025). Tidak hanya menjadi pertunjukan budaya spektakuler, pagelaran tari kolosal yang menampilkan 1.400 penari Gandrung ini juga membawa dampak ekonomi signifikan bagi pelaku UMKM, penginapan, hingga sektor jasa pendukung pariwisata di Banyuwangi.

Ratusan pelaku UMKM lokal memanfaatkan momentum Gandrung Sewu dengan membuka lapak di sekitar lokasi acara. Selama tiga hari pelaksanaan, omzet pedagang meningkat tajam berkat tingginya antusiasme pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.

“Alhamdulillah, omzet kami meningkat. Hari ini saja bisa tembus Rp2 juta, padahal biasanya hanya sekitar Rp1 juta,” ujar Selvi, pedagang Bakpao Panda yang sehari-hari berjualan di Jalan Kepiting, Banyuwangi.

Para pedagang telah mengisi stand UMKM sejak Kamis (23/10/2025). Salah satunya Mas Ulah, penjual es teler alpukat kocok dan manisan buah kering, yang juga mengaku menikmati peningkatan penjualan.

Bupati Bondowoso Apresiasi Konsistensi Banyuwangi Gelar Festival Gandrung Sewu

“Alhamdulillah, jualan saya laris manis. Terima kasih kepada Ibu Bupati yang terus menggelar event seperti Gandrung Sewu. Acara ini benar-benar membantu kami menambah pendapatan,” ungkapnya.

Pedagang keliling seperti Nanang, penjual es asongan, juga merasakan hal serupa. “Saya mulai berjualan sejak pagi, dan omzet hari ini sudah sekitar Rp500 ribu. Semoga Gandrung Sewu terus diselenggarakan setiap tahun,” katanya.

Tidak hanya UMKM, sektor akomodasi dan pariwisata juga ikut merasakan dampaknya. Sejumlah hotel dan homestay di Banyuwangi mencatat tingkat hunian yang nyaris penuh menjelang puncak acara.

“Alhamdulillah, hingga malam sebelum festival, tingkat hunian hotel kami mencapai 90 persen. Event seperti ini selalu memberi dampak positif bagi sektor perhotelan,” kata Catur Rahmadi, General Manager Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center.

13 Tahun Gandrung Sewu Banyuwangi, 1.400 Penari Tampilkan “Selendang Sang Gandrung” Memukau Ribuan Penonton

Festival yang menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) tersebut juga mendongkrak permintaan jasa rias penari, penyewaan kostum, serta transportasi wisata, menciptakan efek ekonomi berantai di berbagai sektor.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan, penyelenggaraan berbagai festival budaya, termasuk Gandrung Sewu, merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi kreatif dan sektor pariwisata lokal.

“Tujuan utama kami bukan hanya memperkenalkan Banyuwangi, tetapi juga menggerakkan seluruh sektor ekonomi agar semuanya merasakan multiplier effect dari pariwisata yang tumbuh di daerah ini,” ujar Ipuk.

Artikel Terkait