Galang Gerakan Gotong Royong Atasi Kemiskinan dengan Banyuwangi Berbagi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 23 Januari 2025, 23:15 WIB
Banyuwngi Berbagi

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggagas Gerakan Banyuwangi Berbagi sebagai upaya gotong royong mengatasi kemiskinan. Gerakan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN, BUMD, hingga organisasi profesi dan pengusaha lokal.

“Dengan gotong royong, kami yakin penanganan kemiskinan di Banyuwangi akan lebih cepat dan efektif,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (23/1/2025).

Menurut data BPS 2024, angka kemiskinan di Banyuwangi mencapai 6,54 persen, angka terendah sepanjang sejarah kabupaten tersebut. Meski begitu, Ipuk menekankan bahwa pencapaian ini bukan alasan untuk berpuas diri. “Kami harus terus menekan angka ini secara serius dan sistematis,” tegasnya.

Persewangi vs Persid Jember dan Sejumlah Kenangan

Gerakan Banyuwangi Berbagi menggunakan pendekatan berbasis data by name by address untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Semua pihak yang terlibat akan mendapatkan sasaran spesifik sesuai data yang telah dibagi, sehingga tidak ada penerima yang terlewat atau bantuan yang disalurkan secara sembarangan.

Sebanyak 18 ribu warga pra-sejahtera menjadi sasaran utama program ini. Bantuan berupa paket sembako akan didistribusikan selama tiga bulan ke depan, sebagai langkah awal menutupi kebutuhan warga sebelum bantuan sosial dari pemerintah pusat turun.

Selain mendistribusikan sembako, gerakan ini juga mencakup evaluasi menyeluruh terhadap kondisi keluarga penerima bantuan, mencakup aspek sosial, kesehatan, dan pendidikan. Semua data dan perkembangan warga akan dipantau melalui aplikasi Smart Kampung, yang memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data secara real-time.

“Dengan teknologi ini, penanganan bisa lebih tepat dan terukur,” jelas Ipuk.

Banyuwangi Diajukan Jadi Tuan Rumah BMX Racing World Cup

Ipuk berharap Gerakan Banyuwangi Berbagi dapat menjadi inspirasi untuk inisiatif serupa di daerah lain. “Kami ingin menciptakan budaya solidaritas yang kuat. Semua pihak berperan aktif dalam membantu sesama, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan menuju kesejahteraan,” pungkasnya.

Gerakan ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menjadi solusi dalam menangani isu-isu mendasar seperti kemiskinan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di Banyuwangi.

Artikel Terkait