Festival Kebangsaan Banyuwangi: Merajut Harmoni Nusantara Melalui Seni dan Budaya

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 17 November 2024, 17:09 WIB
IMG-20241117-WA0011

BanyuwangiNet.com– Selain dikenal dengan keindahan wisata alamnya, Banyuwangi juga merupakan miniatur Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan tradisi. Kekayaan ini kembali dihadirkan dalam Festival Kebangsaan 2024 yang berlangsung di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan pada 15-16 November 2024.

Mengusung tema “Kembang Setaman Harmoni Nusantara”, festival ini menggambarkan keindahan kerukunan dalam keberagaman, seperti taman yang dipenuhi bunga berwarna-warni. Plt. Bupati Banyuwangi, Sugirah, menjelaskan bahwa tema ini terinspirasi dari lirik lagu Umbul-umbul Blambangan, yang menyebut Banyuwangi sebagai tamansari nusantara.

“Banyuwangi adalah cerminan Indonesia yang beragam. Festival ini menjadi cara untuk memperkuat kerukunan dan mempererat persaudaraan antar suku dan etnis di Banyuwangi,” kata Sugirah dalam pidato penutupnya, Sabtu malam (16/11).

Komitmen Terhadap Keterbukaan Informasi, Banyuwangi Raih Penghargaan Badan Publik Informatif

Festival Kebangsaan tahun ini menampilkan berbagai seni dan budaya dari suku-suku di Banyuwangi, seperti Using, Jawa, Madura, Bali, Mandar, serta etnis Tionghoa dan Arab. Pementasan yang memukau, mulai dari tarian, lagu-lagu daerah, hingga drama tari nusantara bertajuk “Kembang Setaman”, menjadi daya tarik utama acara ini.

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, budayawan, dan pemuda dari Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). “Keberagaman suku yang ada di Banyuwangi adalah modal sosial yang harus kita rawat untuk membangun daerah ini,” tambah Sugirah.

Peringati Hari Pahlawan, Plt Bupati Banyuwangi Ajak Warga Lanjutkan Semangat Juang dengan Kerja Nyata

Selain seni pertunjukan, Festival Kebangsaan juga menggali sejarah keberadaan etnis di Banyuwangi. Misalnya, Suku Tionghoa yang berdagang di wilayah pecinan Karangrejo sejak masa kolonial. Suku Mandar, yang terkenal sebagai pelaut ulung, telah bermukim di Kampung Mandar sejak abad ke-18, membawa tradisi dan kekayaan budaya yang masih lestari hingga kini.

“Kerukunan ini adalah warisan yang harus terus dipelihara. Alhamdulillah, festival ini memperkuat silaturahmi antar etnis,” ujar Plt. Kepala Bakesbangpol Banyuwangi, Agus Mulyono.

Selain pertunjukan seni, festival ini juga menyuguhkan beragam kegiatan menarik seperti bazar kuliner khas etnis, pameran kerajinan, hingga diskusi kebangsaan. Semua ini bertujuan untuk mempererat rasa persatuan di tengah keberagaman masyarakat Banyuwangi.

Festival Kebangsaan 2024 bukan sekadar perayaan budaya, melainkan juga pengingat akan pentingnya menjaga harmoni dalam kebhinekaan. Dengan keberagaman yang dimiliki, Banyuwangi membuktikan diri sebagai “Indonesia mini” yang terus menginspirasi persatuan dan toleransi.

Artikel Terkait