Dukung Panen Padi Nusantara, Banyuwangi Panen Padi Hibrida Seluas 52 Hektare
BanyuwangiNet. Com – Sebagai salah satu lumbung padi nasional, Kabupaten Banyuwangi melaksanakan Panen Raya Nusantara 1 juta hektare yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan) RI dilaksanakan secara serentak mulai Kamis (9/3/2023), di 66 kabupaten sentra padi se-Indonesia.
Banyuwangi melakukan panen padi varietas Hibrida Mapan 05 di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo. Panen dilaksanakan pada hamparan seluas 52 hektare milik Kelompok Tani Muji Rahayu. Padi varietas Hibrida Mapan 05 memiliki tingkat produktivitas yang tinggi mencapai 10,2 ton per hektare.
“Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya musim panen raya di Kabupaten Banyuwangi. Diperkirakan panen raya bakal berlangsung hingga Mei 2023,” ungkap Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan Pangan) Kabupaten Banyuwangi, Ilham Juanda, Kamis (9/3/2023).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasubdivre Bulog Banyuwangi Harisun, perwakilan dari BPS Banyuwangi, Kepala OPD terkait, hingga Forpimka Tegaldlimo.
Pabrik Kereta Api di Banyuwangi Mulai Beroperasi, Teken Kontrak Senilai Rp. 9 Triliun
Ilham menyebut, mengacu data BPS potensi panen di bulan Maret se-Kabupaten Banyuwangi seluas hektare. Adapun target panen di tahun 2023 seluas 119.595 hektare atau setara produksi 787.234 ton. Target tersebut meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya, yakni luas panen sebesar 118.428 hektare dengan produksi 785.935 ton.
Untuk mencapai target tersebut, ungkap Ilham, Disperta Pangan menggulirkan berbagai program guna meningkatkan produksi padi di Banyuwangi. Di antaranya melaksanakan peningkatan indeks pertanaman seluas 2.500 hektare, teknologi budidaya padi IP 400 yang mampu 4 kali panen dalam setahun pada lahan seluas 1.025 hektare, hingga melakukan pengawasan penggunaan pupuk subsidi agar tepat sasaran.
Kisah Sukses Sekelompok Anak Muda Banyuwangi Kelola Sampah Jadi Rupiah
Dispertan juga melakukan gerakan “Spot Stop” pengendalian hama penyakit. Ketika ada area yang terserang hama penyakit, segera dilakukan pengendalian sehingga tidak sampai menyebar ke areal lainnya. Gerakan ini dilakukan petani bersama-sama dengan petugas PPL dan pengamat hama penyakit dari Distan Pangan.
“Dengan luas panen dan produksi padi yang terus meningkat, diharapkan stok kebutuhan beras lokal maupun nasional bisa tercukupi. Ini akan berimbas pada terkendalinya harga beras di pasaran,” tambah Ilh
Banyuwangi merupakan salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Timur. Setiap tahun, produksi beras di Banyuwangi mengalami surplus. Seperti pada 2021, Banyuwangi mengalami surplus beras sebesar 259.576,88 ton. (*)