Dipantau Menko Pangan, Banyuwangi Laksanakan Program Makan Bergizi Gratis Perdana

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 3 Februari 2025, 13:28 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung pelaksanaan perdana program tersebut di SMPN 2 Rogojampi, Banyuwangi, pada Senin (3/1/2025).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung pelaksanaan perdana program tersebut di SMPN 2 Rogojampi, Banyuwangi, pada Senin (3/1/2025).

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi telah resmi memulai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung pelaksanaan perdana program tersebut di SMPN 2 Rogojampi, Banyuwangi, pada Senin (3/1/2025).

Sebanyak 828 siswa menikmati makan siang dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini. Menu yang disediakan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdiri dari ayam asam manis, cap cay, buah pisang, dan susu.

Kementerian PU Bangun Pengolahan Sampah Berkapasitas 500 Ton Per Hari di Banyuwangi

“Saya lihat Banyuwangi sudah siap untuk melaksanakan program makan siang gratis,” ujar Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, saat meninjau pelaksanaan bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Para siswa pun menyambut antusias program ini. Putri Nadita, siswa kelas 9, mengaku menyukai menu yang disajikan. “Enak rasanya. Saya suka,” ungkapnya. Sementara itu, siswa lain bernama Septian menilai program ini sangat membantu dalam menghemat uang sakunya. “Tidak perlu beli makan siang. Kan, sudah dapat makan gratis,” tuturnya.

Zulhas menjelaskan bahwa program makan siang gratis ini pada tahap awal menyasar 15 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Namun, jumlah tersebut bisa bertambah seiring dengan alokasi anggaran yang meningkat.

Kementerian PU Bangun Pengolahan Sampah Berkapasitas 500 Ton Per Hari di Banyuwangi

“Kalau nanti September atau Agustus dapat lagi anggaran sebesar Rp 140 triliun, maka penerima manfaat bisa mencapai lebih dari 82 juta anak,” katanya.

Menurut Zulhas, MBG adalah bagian dari upaya besar untuk menyiapkan generasi masa depan yang lebih unggul. “Ini kan program besar presiden untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Gizi masa depan anak harus terjamin,” jelasnya.

Meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, Zulhas menegaskan bahwa hal itu tidak akan menghambat jalannya program yang menyasar jutaan anak Indonesia ini. “Tentu terus kita lakukan evaluasi. Semuanya akan terstandarisasi, mulai dari gizinya hingga proses penyiapannya,” tambahnya.

Di Banyuwangi, program MBG akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal ini, SPPG Banyuwangi yang berlokasi di Kecamatan Rogojampi telah menyediakan 1.005 porsi makanan untuk sekolah-sekolah di sekitarnya, mencakup jenjang TK hingga SMP.

Permainan Kurang Meyakinkan, Persewangi Banyuwangi Ditahan Imbang Persenga Nganjuk di Liga 4 Jatim

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan kesiapan daerahnya dalam mendukung program nasional tersebut. “Insyaallah daerah siap. Kita lakukan secara bertahap sesuai dengan arahan pusat,” tegas Ipuk.

Ipuk juga menambahkan bahwa Banyuwangi yang kaya akan bahan pangan akan memberikan dukungan maksimal untuk keberhasilan MBG. “Kami akan melibatkan petani lokal untuk membantu menyediakan beras dan buah dengan harga lebih terjangkau,” jelasnya.

Selain itu, Ipuk menyebut bahwa MBG dapat dikaitkan dengan program serupa yang telah lama dijalankan Pemkab Banyuwangi, seperti pemberian bantuan makanan bergizi bagi ibu hamil berisiko tinggi untuk mencegah stunting. “Ini adalah kelanjutannya. Memastikan asupan gizi anak-anak kita tercukupi sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembangnya,” pungkasnya.

Artikel Terkait