Desa Karangsari Pusat Produksi Lontong di Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 5 Juni 2024, 06:49 WIB
IMG_20240604_153223_969

BanyuwangiNet.com – Dusun Karanganyar di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, telah lama dikenal sebagai sentra produksi lontong di Banyuwangi. Setiap hari, ribuan lontong diproduksi oleh 28 industri rumahan yang tersebar di desa ini, dengan rata-rata produksi mencapai sekitar 1000 lontong per hari per tempat, dan beberapa bahkan memproduksi lebih dari 1500 lontong.

Salah satu produsen lontong terkenal di desa ini adalah Nur Kholis, yang telah mengelola usahanya sejak tahun 2002. Bermula dengan hanya menggunakan 5 kilogram beras, kini usahanya telah berkembang pesat hingga menghabiskan 50 kilogram beras setiap hari. “Usaha lontong di Karanganyar sudah terkenal dari dulu. Saya awalnya merintis menjajakan ke lingkungan sekitar. Alhamdulillah sekarang bisa ikut membuka lapangan kerja buat orang lain,” kata Nur Kholis.

Lontong di Desa Karangsari terkenal karena kualitasnya yang terjaga, meskipun harga beras dan bahan pokok sering berfluktuasi. “Kami terus berupaya di tengah harga beras dan bahan pokok yang tidak menentu, tetap mempertahankan kualitas lontongnya. Jadi saya tidak apa beli walaupun agak mahal, yang penting konsumen puas,” ujar Nur Kholis.

Berbagai Program Peningkatan Kesejahteraan Lansia Banyuwangi

Dalam sehari, Nur Kholis membutuhkan setengah kwintal beras untuk menghasilkan 1500-1800 lontong, yang dijual seharga Rp. 1000 per lontong. Dengan demikian, ia bisa mendapatkan omzet sekitar Rp. 1,5 juta per hari. Jumlah produksi ini meningkat signifikan pada momen-momen tertentu seperti saat Lebaran, di mana ia bisa menghabiskan hingga 3 kwintal beras.

Setiap rumah produksi di desa ini memiliki pasar masing-masing. Beberapa memenuhi kebutuhan pasar-pasar tradisional, sementara yang lain memasok warung-warung dan penjual makanan seperti bakso. “Masing-masing punya pasarnya sendiri. Saya memenuhi penjual bakso dan lainnya. Ada juga yang memasok untuk pasar Genteng, Rogojampi, Muncar, hingga Wongsorejo,” terang Nur Kholis.

Tingkatkan Layanan Kemigrasian, Kemenkumham Bangun Kantor Imigrasi di Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi Desa Karangsari dalam program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa). Dalam kunjungannya, Ipuk melihat langsung proses pembuatan lontong dan mencicipi hasil produksi desa ini. “Bentuknya sangat rapi. Rasanya juga enak, legit, dan tidak keras. Lontong sudah menjadi makanan yang akrab di lidah orang Indonesia. Bisa untuk lontong kikil, bakso, gado-gado, dan makanan lainnya. Jadi permintaannya cukup besar,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan bahwa ekonomi Banyuwangi kini tumbuh dengan pesat berkat banyaknya usaha-usaha kerakyatan seperti industri lontong rumahan ini. “Karena itu, kami terus mendorong usaha mikro dengan berbagai program,” tambahnya.

Dengan perhatian dan dukungan yang terus diberikan oleh Pemkab Banyuwangi, diharapkan industri rumahan di Dusun Karanganyar dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Artikel Terkait