Dengan Program SMS Pisan, Produktivitas Sapi di Banyuwangi Capai 36.000 Ekor Pertahun
BanyuwangiNet.com – Sejak 2022 Pemkab Banyuwangi telah meluncurkan program SMS Pisan, kepanjangan dari Sapi Manak Setahun Pisan (sapi beranak setahun sekali).
Program ini memberikan treatment kepada indukan sapi yang mengalami gangguan reproduksi sehingga mereka dapat bereproduksi secara maksimal, yaitu satu tahun sekali.
Dengan program tersebut, produktivitas sapi di Banyuwangi mengalami peningkatan. Dari yang sebelumnya sekitar 28.000 ekor pertahun, kini mencapai 30.000 hingga 36.000 pertahun.
“Pogram SMS Pisan ini ternyata cukup ekfektif. Dengan program ini, Sapi yang kesulitan reproduksi bisa bereproduksi setahun sekali,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, ketika mengunjungi kelompok ternak Barokah Rojo Joyo, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, dalam program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Rabu (4/9/2023).
Cegah Kanker Serviks, Vaksinasi HPV Banyuwangi Capai 83 Persen
“Dengan program ini memacu populasi sapi di Banyuwangi semakin meningkat. Tujuannya tentu meningkatkan kesejahteraan para peternak,” tambah Ipuk.
Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah sentra produksi sapi pedaging. Dengan program SMS Pisan yang digagas sejak 2021 ini, kini total populasi sapi di Banyuwangi mencapai sekitar 146.000 ekor.
Di program SMS Pisan tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi melakukan pendampingan terhadap peternak yang memiliki sapi bermasalah dalam reproduksi.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan, drh. Nanang Sugiharto menjelaskan, melalui program SMS Pisan tim memberikan treatment terhadap sapi yang sulit reproduksi, seperti suntik hormonal, pemberian vitamin dan obatan-obatan, mineral, dan treatment lainnya.
Tim juga melakukan Ultrasonografi (USG) pada sapi untuk memeriksa kesehatan reproduksi sapi.
Seluruh treatment di program SMS Pisan ini dilakukan secara gratis. Seluruh biaya ditanggung oleh Pemkab Banyuwangi. Sekitar 1000 sapi mendapat treatment program SMS Pisan ini.
Program tersebut disambut positif oleh peternak sapi. Seperti Moh. Solikin mengaku fertilitas sapinya saat ini meningkat setelah mendapatkan treatment dari program SMS Pisan ini.
“Dulu sapi saya tidak bisa bunting. Alhamdulillah setelah dua tahun diobati, kini bunting dua kali,” kata Solikin.
Selama 5 tahun, ungkap Solikin, sapi peliharaannya belum pernah bunting. Padahal sudah dikawinkan sebanyak 11 kali.