Bupati Ipuk Paparkan Inovasi 9 Tatanan Kabupaten Sehat, Banyuwangi Bidik Swasti Saba Wistara

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 11 Agustus 2025, 17:42 WIB
VERIFIKASI: Verifikasi lanjutan dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional, Senin (11/8/2025).
VERIFIKASI: Verifikasi lanjutan dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional, Senin (11/8/2025).

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi kembali masuk tahap verifikasi lanjutan dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional 2025. Penilaian ini menjadi gerbang menuju penghargaan Swasti Saba Wistara, predikat tertinggi bagi daerah yang dinilai bersih, aman, nyaman, dan sehat.

Kegiatan verifikasi dilakukan secara virtual pada Senin (11/8/2025), dipimpin Ketua Tim Verifikasi KKS Pusat, Anugerah. Hadir pula Tim Pembina KKS Provinsi Jawa Timur, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Plh. Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo, Ketua Forum Banyuwangi Sehat Soekardjo, Ketua TP PKK Kabupaten Banyuwangi Anna Mujiono, dan jajaran organisasi perangkat daerah terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan pencapaian dan inovasi daerah pada sembilan tatanan Kabupaten Sehat, yaitu:

Lagu Daerah Bernuansa Jazz Berkelas di Panggung Jazz Gunung Ijen Banyuwangi 2025

Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri, Permukiman dan Fasilitas Umum, Satuan Pendidikan, Tatanan Pasar, Perkantoran dan Perindustrian, Lalu Lintas, Pariwisata, Perlindungan Sosial, Penanggulangan Bencana

Ipuk mengungkapkan, Banyuwangi telah lima kali meraih predikat Kabupaten Sehat tingkat nasional. Dua di antaranya, pada 2019 dan 2021, berhasil menyabet Swasti Saba Wistara.

“Tahun ini kita targetkan bisa kembali meraih Swasti Saba Wistara,” ujar Ipuk.

Pemkab Banyuwangi Pastikan Tarif PBB-P2 Tidak Naik

Untuk itu, Pemkab terus mendorong inovasi di setiap tatanan. Pada tatanan Masyarakat Sehat Mandiri, misalnya, Banyuwangi membentuk Mall Orang Sehat untuk mengubah paradigma masyarakat dari “datang ke puskesmas saat sakit” menjadi “datang saat sehat untuk pencegahan.”

“Kami mendorong masyarakat memeriksakan kesehatan meski tidak sakit. Dengan begitu, potensi penyakit bisa diantisipasi sejak dini,” jelas Ipuk.

Pemkab juga menjalankan Program Puskesmas Asuhan Spesialistik (PAS), melibatkan 38 dokter spesialis obgyn dan spesialis anak yang membina puskesmas-puskesmas. Langkah ini diharapkan meningkatkan kapasitas tenaga medis dan kualitas pelayanan ibu dan anak, sekaligus memperkuat jejaring layanan kesehatan dari hulu ke hilir.

Banyuwangi Pertahankan Predikat Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya untuk Kedua Kalinya

Di tatanan Pasar Sehat, Banyuwangi membatasi pendirian pasar modern berjejaring untuk melindungi keberlangsungan toko kelontong dan pasar tradisional.

Rangkaian inovasi ini mendapatkan apresiasi dari tim verifikasi pusat.

“Sinergi lintas sektornya sangat kuat. Semoga kerja keras semuanya bisa membawa Banyuwangi meraih predikat Swasti Saba Wistara,” kata Anugerah.

Artikel Terkait