Bupati Banyuwangi Harap Jalur Gumitir Tak Ditutup Total Selama Perbaikan, Ini Alasannya

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 1 Juli 2025, 22:28 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani

BanyuwangiNet.com – Rencana penutupan total Jalur Gumitir, yang menghubungkan Banyuwangi dan Jember, memicu kekhawatiran di kalangan warga dan pemerintah daerah. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan harapannya agar jalur vital tersebut tidak ditutup sepenuhnya selama masa perbaikan besar yang dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga September 2025.

Jalur ini termasuk salah satu akses strategis yang digunakan ribuan pengguna setiap hari, mulai dari pelajar, pekerja lintas kabupaten, hingga pedagang. Penutupan total, menurut Bupati Ipuk, berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi warga di dua wilayah.

“Bukan menolak, tapi kami harap ada pola baru. Jangan ditutup 100 persen karena dampaknya sangat signifikan,” ujar Ipuk.

Kulineran di Banyuwangi Bisa Dapat Hadiah Motor hingga Umroh, Ini Syaratnya

Menyadari pentingnya proyek perbaikan yang dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Ipuk mengusulkan alternatif pola kerja yang tidak memutus akses masyarakat sepenuhnya.

Salah satu usulan konkret dari Bupati adalah penerapan sistem buka-tutup jalan pada jam-jam tertentu. Ia juga menyarankan pembatasan jenis kendaraan, di mana kendaraan besar seperti truk dan fuso dialihkan ke jalur alternatif melalui Situbondo, sementara kendaraan kecil dan roda dua tetap bisa melintas.

“Contohnya kendaraan besar seperti truk barang dilarang lewat situ, alternatifnya bisa lewat Situbondo. Sedangkan sepeda motor atau mobil kecil untuk aktivitas warga, bisa diizinkan,” jelas Ipuk.

Menurut Ipuk dampak langsung yang bisa terjadi apabila penutupan dilakukan secara penuh. Ia mencontohkan pelajar SMK di Kalibaru, Banyuwangi, yang berasal dari Silo, Jember. Banyak dari mereka mengandalkan Jalur Gumitir sebagai satu-satunya akses ke sekolah.

Pembangunan Jalur Lintas Selatan Banyuwangi-Jember Dilanjutkan Tahun Ini, Tersisa Tiga Ruas Kritis

“Kalau ditutup 100 persen, akses siswa, pedagang, hingga pekerja lintas wilayah akan terganggu. Ini bisa memicu dampak ekonomi juga,” ungkapnya.

Pemerintah daerah berharap agar BBPJN dan pemangku kebijakan lainnya mempertimbangkan dampak sosial yang akan timbul dan mengakomodasi solusi yang lebih ramah bagi mobilitas masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Komang Sudira Atmaja, menyebut bahwa rencana penutupan total tersebut masih bersifat tentatif dan akan dibahas lebih lanjut dalam forum koordinasi lintas instansi.

Tradisi Keboan Aliyan Banyuwangi, Warisan Budaya Osing yang Jadi Magnet Wisata

“Informasi awal yang kami terima, penutupan ini karena alasan keselamatan karena pengerjaan menggunakan alat berat. Tapi hal ini masih akan dibahas bersama Ditlantas dan pihak terkait lainnya. Masukan dari Ibu Bupati tentu akan kami bawa ke forum rapat,” ujar Komang.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendukung perbaikan infrastruktur jalan, namun berharap proses tersebut tidak mengorbankan mobilitas masyarakat secara total. Usulan pembatasan kendaraan dan sistem buka-tutup diharapkan bisa menjadi solusi win-win yang menjaga kelangsungan proyek sekaligus mengurangi beban warga.

 

Artikel Terkait