Banyuwangi Patenkan Varietas Durian Lokal Unggulan

Produksi durian Banyuwangi mencapai 14.754 ton per tahun dari 114.782 pohon yang tersebar di 1147 hektare, Banyuwangi patenkan varietas durian lokal unggulan.
BanyuwangiNet-Durian telah menjadi salah satu produk pertanian unggulan Banyuwangi. Berbagai cara dilakukan Pemkab Banyuwangi untuk melestarikan buah yang memiliki banyak penggemar tersebut. Salah satunya dengan Banyuwangi patenkan varietas durian lokal unggulan pada Kementerian Pertanian.
Hingga saat ini terdapat 10 jenis varietas durian lokal unggul Banyuwangi, yang telah mendapatkan tanda daftar varietas tanaman dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian dalam kurun waktu 2015 – 2021.
Bupati Merangin Studi Tiru Penerapan Desa Antikorupsi di Banyuwangi
“Langkah ini sebagai upaya untuk melestarikan durian Banyuwangi sebagai salah satu produk pertanian lokal unggulan. Selain telah mendapat tanda daftar varietas tanaman, berbagai upaya juga telah dilakukan untuk melestarikan durian lokal,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat menghadiri acara Aksi Pelestarian Durian Banyuwangi (Si Tari Dubang), di Kampung Duren, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Minggu (13/11/2022).
Dengan terdaftar di PPVTPP, menjadikan varietas-varietas itu menjadi milik masyarakat di wilayah tanam durian tersebut. Dari 10 varietas durian yang telah terdaftar, 8 jenis di antaranya terdapat di Kecamatan Songgon, dan dua jenis lainnya dari Kecamatan Glagah.
Beberapa jenis varietas yang telah terdaftar tersebut di antaranya varietas durian merah gandrung, Blambangan, Tawangalun, Balqis, Sunrise of Java, dan lainnya. Selain itu juga telah terbit surat pencatatan Potensi Indikasi Geografis (PIG) durian merah Banyuwangi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
Sinergi Seluruh Sektor di Banyuwangi untuk Pengamanan KTT G20
Selain dengan mendaftarkan jenis durian, berbagai langkah juga dilakukan. Salah satunya dengan pengembangan durian lokal Banyuwangi, melalui aksi penanaman dan perbanyakan bibit maupun peningkatan kualitas tanaman durian yang ada di lahan dengan penerapan top working.
Rata-rata sekitar 1.000 bibit jenis durian lokal unggul Banyuwangi yang telah bersertifikat ditanam setiap tahunnya. Hasilnya peningkatan populasi durian lokal unggul meningkat pesat dari 25,3 % pada tahun 2017 menjadi 75,3 % pada tahun 2021.
Hasilnya sebaran tanaman durian lokal unggul yang sebelumnya hanya terbatas di 6 kecamatan sentra pada tahun 2017, kini telah berkembang menjadi 21 kecamatan pada tahun 2021.
“Durian lokal Banyuwangi telah menjadi salah satu daya tarik. Potensinya juga sangat besar. Produksi durian Banyuwangi mencapai 14.754 ton per tahun dari 114.782 pohon yang tersebar di 1147 hektare,” kata Ipuk.
“Karena itu, potensi durian lokal ini harus terus lestarikan. Dengan memberikan edukasi pada petani dan anak-anak muda untuk terus mengembangkan durian lokal. Saya senang, kini durian lokal tidak hanya di sisi on farmnya saja, melainkan di sisi off farm juga dikembangkan,” jelas Ipuk.
Ditambahkan Plt Kepala Dinas Pertanian Mohammad Khoiri, salah satu upaya pelestaria durian lokal Banyuwangi melalui program Si Tari Dubang. Dalam program tersebut berbagai rangkaian kegiatan. Salah satunya mengajak masyarakat dan pelalajar untuk kemah konservasi durian berupa kegiatan kemah di kebun durian. Mereka melakukan penjelajahan konservasi durian yang bertujuan melindungi pohon induk durian lokal berkualitas
“Ini untuk memberikan edukasi pada masyarakat dan pelajar tentang potensi dan melestarikan durian lokal Banyuwangi,” kata Khoiri.
Selain itu, aksi pelestarian juga dilakukan dengan pelestarian plasma nutfah durian lokal melalui langkah-langkah identifikasi, pemetaan, pelestarian, serta pengembangan bibit varian unggul.