Banyuwangi Jadi Contoh Smart City ASEAN, Program Smart Kampung Dipaparkan di Forum ASCN

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 15 Mei 2026, 19:06 WIB
1000843604
sisten Administraasi Umum sekaligus Plt. Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi Budi Santoso menyampaikan paparan di The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting Philipines di Jakarta.

BanyuwangiNet.com –  Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali mendapat perhatian di tingkat internasional. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengundang Banyuwangi untuk memaparkan perkembangan Program Smart Kampung dalam Rapat Koordinasi Persiapan The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting Philippines di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Paparan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu best practice penerapan smart city Indonesia yang akan ditampilkan pada forum tahunan ASEAN Smart Cities Network (ASCN) pada Juli 2026 mendatang.

ASEAN Smart Cities Network merupakan forum kolaborasi kota-kota di 10 negara anggota ASEAN yang berfokus pada pembangunan perkotaan cerdas, berkelanjutan, dan inklusif. Banyuwangi tercatat sebagai salah satu pilot cities ASCN sejak 2018 bersama Makassar dan DKI Jakarta.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, Banyuwangi terus mendorong transformasi daerah melalui konsep smart city yang tidak hanya berbasis digitalisasi, tetapi juga menyentuh aspek sosial, lingkungan, dan keberlanjutan.

“Banyuwangi terus melakukan progres menjadi daerah cerdas tidak hanya bertransformasi menjadi kota digital tapi juga menjadi kota cerdas yang inklusif, hijau, inovatif dan berkelanjutan,” kata Ipuk.

Banyuwangi Raih Penghargaan dari UB dan BPJPH atas Pengembangan Ekosistem Halal

Menurut Ipuk, keikutsertaan Banyuwangi dalam ASCN membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pihak, mulai dari kota anggota ASEAN, sektor swasta, hingga mitra pembangunan internasional melalui skema sister city.

“Bagi Banyuwangi, ASCN tidak hanya penting sebagai forum berbagi pengalaman, tetapi juga sebagai pintu untuk membuka kolaborasi nyata baik bidang pelayanan publik, ekonomi digital, pengelolaan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi baru untuk mendukung tata kelola kota cerdas. Terima kasih pada pemerintah pusat yang memberikan kesempatan ini pada Banyuwangi,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut, Director Smart Cities and Communities Innovation Center ITB, Suhono Harso Supangkat, menilai Indonesia perlu meningkatkan konsep smart city dari sekadar penggunaan teknologi menuju “living intelligence”, yakni sistem cerdas yang adaptif dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang dinilai berhasil menerapkan konsep tersebut melalui Program Smart Kampung.

“Kita melihat Banyuwangi sebagai salah satu contohnya dimana daerah ini berhasil menerapkan Smart Kampung untuk meningkatkan pelayanan publik hingga mengubah sampah menjadi PAD melalui BLUD,” kata Suhono.

Suhono juga mendorong Indonesia untuk memimpin pengembangan smart city ASEAN dengan mendokumentasikan praktik-praktik baik daerah, membangun basis data perkotaan nasional, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum sekaligus Plt Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi, Budi Santoso, menjelaskan Smart Kampung merupakan program pengembangan desa terintegrasi yang menggabungkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut mencakup pelayanan publik digital, penguatan ekonomi produktif dan kreatif, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga pengentasan kemiskinan.

“Program Smart Kampung untuk memudahkan pelayanan publik hingga tingkat desa, yang dipadu dengan pemberdayaan. Ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi warga,” ujar Budi.

Program Bunga Desa Banyuwangi Serap Aspirasi Warga dan Hadirkan Solusi Langsung

Implementasi smart city di Banyuwangi juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi digital masyarakat. Pemkab Banyuwangi mendorong UMKM lebih adaptif terhadap ekosistem digital, mulai dari promosi produk, pemasaran online, pencatatan usaha, hingga transaksi non-tunai.

Selain itu, Banyuwangi juga terus mengembangkan inovasi berbasis masyarakat melalui program Jagoan Banyuwangi dan Hacking Day yang melibatkan anak muda, komunitas digital, dan inovator lokal.

Di sektor lingkungan, pengelolaan sampah terpadu berbasis partisipasi warga hingga tingkat desa juga menjadi bagian dari strategi smart city Banyuwangi.

“Dengan begitu solusi digital dan permasalahan sosial tidak selalu datang dari pemerintah tetapi juga tumbuh dari masyarakat,” pungkas Budi.

Artikel Terkait