ASDP Terapkan Sterilisasi Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Perketat Keamanan dan Keselamatan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 5 Agustus 2026, 18:58 WIB
IMG_20240415_133159
ASDP telah resmi menerapkan sterilisasi di kawasan Pelabuhan Ketapang,Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menerapkan kebijakan sterilisasi di kawasan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk sebagai upaya meningkatkan standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.

Kebijakan ini mencakup pendataan seluruh individu yang beraktivitas di pelabuhan, pemeriksaan identitas, hingga penataan ulang alur pergerakan masyarakat di kawasan pelabuhan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem penyeberangan yang lebih tertib dan berorientasi pada keselamatan.

Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry, Rio Theodore Natalianto Lasse, mengatakan, seluruh pemangku kepentingan telah bersepakat mendukung implementasi sterilisasi pelabuhan agar pelayanan penyeberangan semakin aman dan teratur.

“Kita berharap upaya sterilisasi melalui sinergi seluruh pihak ini bisa mewujudkan pelabuhan aman, nyaman, serta mengedepankan aspek keselamatan pelayaran,” ujar Rio di Banyuwangi, Rabu (5/8/2026).

Menurut Rio, kebijakan tersebut tidak hanya berfokus pada pembenahan fasilitas teknis pelabuhan, tetapi juga membangun budaya keselamatan bagi penumpang, pekerja, dan seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan pelabuhan.

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan, seluruh pekerja pelabuhan, termasuk pedagang asongan, kini diwajibkan mengenakan identitas resmi dan rompi khusus agar mudah dikenali saat proses pemeriksaan berlangsung.

“Di sini kita mulai mengedukasi pengguna jasa, termasuk kita semua di sini, baik petugas kemudian bapak ibu pedagang asongan juga sudah mulai memakai rompi kuning. Jadi semua sudah terdata dan semua sudah sama-sama sepakat untuk mendukung,” tambah Rio.

ASDP juga memperketat proses penyaringan pengguna jasa sejak pintu masuk pelabuhan. Penumpang akan melalui verifikasi menggunakan teknologi face recognition (pengenalan wajah), disertai pemeriksaan kesesuaian tiket dengan dokumen identitas.

Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan keamanan sekaligus memastikan seluruh penumpang yang memasuki area pelabuhan telah terdata dengan baik.

Pelaksanaan sterilisasi mendapat dukungan dari berbagai instansi terkait, seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), pemerintah daerah, hingga operator kapal penyeberangan.

ASDP Akan Tingkatkan Dermaga Ponton Ketapang Jadi MB 50 Ton, Target Beroperasi Saat Nataru

Sekretaris Jenderal DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP), Aminuddin Rifai, menyatakan pihaknya mendukung penuh penerapan kebijakan tersebut karena diyakini mampu meningkatkan standar keselamatan pelayaran secara berkelanjutan.

“Kami dari asosiasi mendukung penuh kebijakan ini demi terciptanya standar keselamatan penyeberangan yang lebih teratur dan berkelanjutan,” tegas Aminuddin.

ASDP Ketapang Tunda Penyeberangan Saat Cuaca Ekstrem, Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas

Ia mengungkapkan, program sterilisasi kawasan pelabuhan sebenarnya telah diwacanakan sejak sekitar satu dekade lalu. Kini, implementasinya diharapkan dapat berlangsung secara konsisten dalam jangka panjang.

“Kami berharap program ini bisa berjalan terus menerus. Bukan hari ini saja, dua bulan atau tiga bulan. Tapi selamanya. Sehingga pengguna jasa masuk ke pelabuhan merasa aman, nyaman, serta mengedepankan keselamatan,” tuturnya.

Artikel Terkait