ASDP dan Pemkab Banyuwangi Siapkan Sejumlah Langkah Atasi Antrean Ketapang
BanyuwangiNet.com – PT ASDP Indonesia Ferry bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi antrean kendaraan yang kerap terjadi di sekitar Pelabuhan Ketapang. Upaya tersebut mencakup percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas dermaga, hingga penataan jalur dan area parkir kendaraan.
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran PT ASDP Indonesia Ferry dengan Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, di Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (1/10/2026).
Dalam pertemuan itu, ASDP menyampaikan sejumlah langkah percepatan yang sedang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Sementara Pemkab Banyuwangi menyatakan kesiapan mendukung dari sisi infrastruktur dan akses kendaraan di wilayah sekitar pelabuhan.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengatakan, dukungan Pemkab Banyuwangi antara lain dilakukan melalui optimalisasi jalan alternatif Lingkar Ketapang.
Pemkab juga menyiapkan rekayasa fisik pada underpass perlintasan kereta api di jalur tersebut. Infrastruktur itu dinilai perlu diperbaiki karena kendaraan berat kerap mengalami kendala saat melintas.
“Termasuk jembatan penghubung antara Dermaga LCM dengan Bulusan sedang kita tuntaskan. Kemudian jalan alternatif lingkar Ketapang, terutama underpass kereta api. Nanti kita rencanakan akan kita turunkan untuk landasan jalannya,” jelas Mujiono.
Selain akses jalan, Pemkab Banyuwangi juga mendukung perluasan buffer zone atau area penyangga untuk menampung kendaraan yang menunggu giliran menyeberang.
Menurut Mujiono, perluasan area parkir di Terminal Ketapang diperlukan agar kendaraan, khususnya kendaraan logistik, tidak menumpuk dan berhenti di badan jalan ketika terjadi kepadatan.
“Untuk buffer zone, kami mendukung perluasan area parkir di Terminal Ketapang untuk menyiapkan kantong-kantong parkir. Dengan begitu, kendaraan tidak perlu parkir di badan jalan,” ujarnya.
Direktur Teknik ASDP, Nana Sutisna, mengatakan pertemuan dengan Pemkab Banyuwangi menjadi bagian dari upaya mencari solusi atas antrean panjang yang terjadi di sekitar Pelabuhan Ketapang.
“Jadi saya datang dan bertemu Pak Wakil Bupati, tentunya ingin cari solusi dan memberikan satu informasi planning-planning-nya apa yang mau dikerjakan untuk kelancaran penyeberangan Ketapang-Gilimanuk,” jelas Nana.
Ia mengatakan ASDP bersama para pemangku kepentingan terus melakukan sejumlah langkah percepatan. Di antaranya mempercepat pembangunan infrastruktur pelabuhan agar dapat difungsikan menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), menyediakan buffer zone, serta meningkatkan kapasitas sejumlah dermaga.
Saat ini, peningkatan kapasitas dilakukan pada Dermaga II Gilimanuk. Kapasitas dermaga tersebut ditingkatkan dari 2.000 GT menjadi 5.000 GT dan ditargetkan dapat beroperasi secara fungsional pada Desember 2026.
Sementara itu, Dermaga V Ketapang yang sebelumnya menggunakan ponton ditingkatkan menjadi dermaga MB dengan kapasitas hingga 5.000 GT. Pembangunan tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada Maret 2027.
“Ke depan semua dermaga secara bertahap kita tambah kapasitasnya. Sehingga semua dermaga bisa dilalui kendaraan berkapasitas berat,” jelas Nana.
Selain pembangunan infrastruktur, ASDP memastikan kapal berkapasitas besar yang diperbantukan tetap disiapkan untuk mendukung layanan penyeberangan.
KMP Portlink 0 dan KMP Jatra I akan tetap disiagakan hingga periode Natal dan Tahun Baru. Kapal tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan, baik di lintasan Tanjung Wangi–Lembar maupun Ketapang–Gilimanuk sesuai kebutuhan operasional.
ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Pengembangan Kawasan Pelabuhan Ketapang
Nana menjelaskan, kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi sejumlah kondisi yang secara bersamaan berdampak pada kapasitas efektif pelayanan.
Dinamika operasional dan fasilitas penyeberangan turut memengaruhi fleksibilitas pengaturan layanan. Selain itu, karakteristik dan volume kendaraan yang dilayani juga membutuhkan penyesuaian dalam pengaturan kapasitas serta distribusi muatan.
Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Nihil, Layanan Penyeberangan Makin Lancar
“Kami memahami kondisi antrean ini tidak mudah bagi pengguna jasa, khususnya para pengemudi logistik yang harus menunggu lebih lama untuk dapat melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
“Karena itu, kami terus berupaya agar kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan proses penguraian antrean berjalan lebih cepat, dengan tetap mengutamakan keselamatan,” imbuh Nana.