Aksi Sopir Truk Blokir Pelabuhan Ketapang Berakhir, Ini Hasil Kesepakatannya

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 3 September 2026, 21:45 WIB
WhatsApp Image 2026-09-03 at 19.27.35
Para sopir truk logistik memblokir pintu masuk pelabuhan Ketapang Kamis sore.

BanyuwangiNet.com – Aksi puluhan sopir truk logistik yang memblokir pintu masuk Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Kamis (3/9/2026), akhirnya berakhir. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang yang berlangsung selama sekitar sepekan terakhir.

Untuk mencari solusi atas persoalan tersebut, dilakukan pertemuan antara manajemen PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), asosiasi pelayaran, serta perwakilan sopir truk.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk menjaga kelancaran operasional penyeberangan sekaligus mempercepat penguraian antrean kendaraan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, seluruh pihak berkomitmen saling mendukung kelancaran layanan dengan mengoptimalkan kapasitas kapal dan mempercepat proses pelayanan di pelabuhan. Namun, seluruh langkah tersebut tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pelayaran.

“Dalam pola operasional yang disepakati, muatan kendaraan dengan berat kurang dari 30 ton akan diarahkan untuk dimuat pada kapal motor (MV) yang tersedia, sementara kendaraan dengan muatan lebih dari 30 ton akan diarahkan menggunakan kapal LCM dan MB IV,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Pengaturan tersebut diharapkan dapat membuat proses pemuatan lebih terarah sekaligus mengoptimalkan kapasitas kapal yang tersedia di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Selain pengaturan berdasarkan berat muatan, BPTD dan ASDP juga berkomitmen menambah kapal dengan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Penambahan kapal TBB menjadi salah satu langkah untuk mempercepat pergerakan kendaraan dan mengurangi antrean yang terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang.

Pola operasi tersebut juga akan dipertahankan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi di lapangan. Di sisi lain, para pengemudi truk sepakat mengikuti arahan petugas dalam proses pemuatan kendaraan ke kapal.

Dalam kesepakatan tersebut, KSOP juga berkomitmen mempercepat penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal yang akan beroperasi. Percepatan penerbitan dokumen tersebut tetap dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pelayaran.

Sementara itu, asosiasi pelayaran turut mendukung upaya penguraian antrean melalui optimalisasi jumlah perjalanan atau trip serta kapasitas muatan kapal. Dengan pembagian peran tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat meningkatkan produktivitas layanan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan selama proses penyeberangan.

ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk, Perkuat Layanan Penyeberangan Ketapang-Bali

Setelah kesepakatan dicapai, para sopir kemudian menghentikan aksi pemblokiran. Akses menuju Pelabuhan Ketapang yang sebelumnya ditutup kembali dibuka pada sekitar pukul 17.15 WIB.

Kendaraan logistik kemudian dapat kembali bergerak menuju pelabuhan untuk melanjutkan perjalanan menyeberang ke Gilimanuk, Bali.

Antrean Kendaraan 12 Km di Ketapang, ASDP Operasikan 25 Kapal Berkapasitas Besar

Media mengatakan ASDP akan terus melakukan koordinasi bersama seluruh stakeholder untuk memastikan langkah yang telah disepakati dapat berjalan di lapangan.

“ASDP berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan operasional penyeberangan berjalan lancar serta mengurai antrean kendaraan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna jasa,” ujarnya.

Artikel Terkait