Masih Terjadi Antrean Kendaraan, ASDP Datangkan Armada Tambahan untuk Perkuat Layanan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 6 September 2026, 18:27 WIB
WhatsApp Image 2026-09-06 at 13.38.07
KMP Jatra I didatangkan ke Banyuwangi untuk membbantu uraikan kemacetan.

BanyuwangiNet.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus melakukan berbagai langkah operasional untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan Gilimanuk, Bali. Optimalisasi armada dan pola operasi kapal dilakukan untuk mempercepat pergerakan kendaraan sekaligus menjaga kelancaran konektivitas penyeberangan Jawa–Bali.

Berdasarkan pemantauan pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, antrean kendaraan di sisi Ketapang tercatat sekitar 3 kilometer. Ekor antrean berada di sekitar Terminal Sri Tanjung.

Sementara itu, di sisi Gilimanuk, panjang antrean kendaraan sekitar 1,6 kilometer dengan ekor antrean berada di sekitar Masjid Gilimanuk.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan, kepadatan kendaraan berdampak langsung terhadap waktu perjalanan dan kenyamanan pengguna jasa. Karena itu, ASDP terus melakukan langkah mitigasi secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kesiapan armada, hingga aspek keselamatan pelayaran.

“Kami memahami bahwa kondisi kepadatan ini berdampak pada perjalanan masyarakat maupun pelaku logistik. Karena itu, kami terus melakukan berbagai langkah operasional untuk menambah dan mengoptimalkan kapasitas layanan. Penggerakan armada menjadi salah satu upaya yang kami lakukan agar pergerakan kendaraan dapat lebih cepat terurai, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kualitas pelayanan,” ujar Heru.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggerakkan armada tambahan. KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9/2026). Kedua kapal tersebut dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9/2026).

Setibanya di Tanjung Wangi, KMP Jatra I akan memperkuat pelayanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Sementara KMP Portlink 0 akan melayani lintasan Tanjung Wangi dengan Pelabuhan Gili Mas.

Pengaturan tersebut menjadi bagian dari strategi optimalisasi jaringan lintasan. Selain menambah kapasitas layanan, langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Penguatan kapasitas layanan dilakukan di tengah tingginya pergerakan pengguna jasa di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Dalam periode 31 Agustus hingga 5 September 2026, sebanyak 7.197 penumpang dan 36.218 kendaraan telah diseberangkan dari Pelabuhan Ketapang. Pada periode yang sama, dari Pelabuhan Gilimanuk tercatat 4.213 penumpang dan 33.810 kendaraan telah berhasil diseberangkan.

ASDP Operasikan 24 kapal dan Terapkan Pola TBB untuk Mengurai Macet di Jalur Ketapang

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan ASDP bersama regulator, yakni KSOP dan BPTD, terus mengoptimalkan jumlah kapal yang beroperasi setiap hari. Pola operasi kapal bahkan dioptimalkan hingga delapan perjalanan atau trip per hari.

“Kami mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pengguna jasa yang terdampak kondisi ini. Kami akan terus bekerja di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala agar setiap kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Kami berharap langkah-langkah yang dilakukan ini dapat secara bertahap mempercepat penguraian kepadatan,” jelas Media.

Antrean Kendaraan 12 Km di Ketapang, ASDP Operasikan 25 Kapal Berkapasitas Besar

Selain mengoptimalkan armada dan pola operasi, ASDP terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengatur arus kendaraan menuju maupun keluar dari pelabuhan. Koordinasi tersebut dilakukan agar pergerakan kendaraan tetap berlangsung tertib dan aman, terutama ketika volume kendaraan meningkat.

ASDP mengimbau pengguna jasa yang akan melakukan perjalanan melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk untuk merencanakan perjalanan dengan baik. Pengguna jasa juga diminta memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Ketertiban juga perlu dijaga selama berada di kawasan pelabuhan maupun jalur akses menuju pelabuhan.