Tour Guide Kawah Ijen Ikut Padamkan Kebakaran Hutan, Turut Bermalam di Lokasi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 5 September 2026, 18:31 WIB
WhatsApp Image 2026-09-05 at 18.26.39
Upaya pemadaman kebakaran hutan di TWA Kawah Ijen melibatkan berbagai elemen.

BanyuwangiNet.com – Upaya pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen terus dilakukan. Sejumlah elemen masyarakat ikut membantu petugas sebagai relawan untuk mencegah api semakin meluas. Para pemandu wisata atau tour guide yang selama ini beraktivitas di kawasan TWA Kawah Ijen juga turut terlibat dalam penanganan kebakaran.

Kebakaran di kawasan pegunungan Ijen mulai terpantau sejak Rabu, 2 September 2026. Api pertama kali terlihat di sekitar kebun Pasewaran. Kondisi angin yang kencang ditambah banyaknya material kering seperti ranting dan daun membuat api dengan cepat merambat menuju kawasan Gunung Merapi Ungup-Ungup.

Sehari kemudian, Kamis, 3 September 2026, kobaran api telah memasuki kawasan TWA Kawah Ijen. Api bahkan mencapai sekitar Pos 4 jalur pendakian.

Petugas bersama berbagai unsur terus berupaya melakukan pemadaman. Namun, hembusan angin yang cukup kuat membuat api sulit dikendalikan dan berpotensi meluas.

Karena kebakaran telah mendekati jalur pendakian, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menutup sementara kawasan wisata tersebut dari kunjungan wisatawan. Langkah itu dilakukan untuk mengutamakan keselamatan pengunjung.

Selain petugas pemerintah daerah dan aparat terkait, para tour guide Kawah Ijen turut membantu pemantauan dan pemadaman api secara sukarela. Salah satunya Misyono. Pria yang telah 11 tahun menjadi pemandu wisata di TWA Kawah Ijen tersebut memilih turun langsung membantu penanganan kebakaran.

“Saya sudah dua malam menginap di sini,” kata Misyono.

Menurutnya, jumlah guide yang bekerja di kawasan TWA Kawah Ijen mencapai sekitar 200 orang. Mayoritas turut membantu memantau perkembangan kebakaran, meski tidak semuanya memilih untuk menginap di lokasi.

Para guide bekerja secara bergantian bersama petugas lapangan. Ketika kobaran muncul di area yang masih dapat dijangkau dari jalur pendakian, mereka ikut membantu melakukan pemadaman.

Namun, tantangan terbesar muncul ketika api menjalar ke area hutan yang sulit dijangkau dari jalur pendakian. Dalam kondisi tersebut, petugas dan relawan memilih bersiaga di titik terdekat yang masih memungkinkan untuk dijangkau. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi agar api tidak semakin meluas.

Upaya pemadaman dilakukan dengan menyemprotkan air menggunakan tangki yang dibawa petugas. Tangki tersebut diangkut menggunakan kendaraan dobel gardan dari kawasan Paltuding.

Tinjau Kebakaran di Kawasan TWA Kawah Ijen, Bupati Banyuwangi Usulkan Water Bombing

Medan pegunungan yang sulit membuat mobilitas kendaraan pengangkut air menjadi terbatas. Karena itu, penanganan kebakaran tidak hanya mengandalkan penyemprotan air, tetapi juga pemantauan untuk mencegah api merambat ke area lain.

Misyono mengatakan, upaya mengantisipasi kebakaran sebenarnya telah dilakukan para guide bersama petugas setiap musim kemarau.

Kebakaran Ijen Meluas ke Jalur Pendakian, Kunjungan ke TWA Kawah Ijen Ditutup

Hampir setiap hari, sejumlah guide dijadwalkan membantu petugas melakukan patroli. Mereka memantau lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

“Saat kebakaran di kawasan Kawah Wurung Bondowoso beberapa waktu lalu, teman-teman sudah antisipasi dengan bersiaga di area perbatasan. Tapi ternyata, api yang merembet justru dari arah Pasewaran,” ungkapnya.

Artikel Terkait