Pabrik Sabut Kelapa di Banyuwangi Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp350 Juta

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 13 Oktober 2026, 20:47 WIB
WhatsApp Image 2026-10-13 at 16.49.27
Sisa-sisa kebakaran yang terjadi di pabrik pengolahan sabut kelapa.
BanyuwangiNet.com – Pabrik pengolahan sabut kelapa yang sudah berhenti beroperasi di Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, terbakar pada Selasa, (13/10/2026). Kebakaran melalap tumpukan sabut kelapa, batok kelapa, mesin pengolahan, dan sejumlah barang lainnya. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp350 juta.

Api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 10.30 WIB. Kobaran api terlihat pada tumpukan sabut kelapa dan batok kelapa di bagian depan gudang pabrik tersebut.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberi tahu masyarakat sekitar melalui pengeras suara musala. Warga kemudian berdatangan untuk membantu memadamkan api, sementara salah seorang warga menghubungi pusat layanan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.

“Pada saat yang sama, salah seorang warga melaporkan kebakaran tersebut ke call center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi,” jelas Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkarmat Banyuwangi, Salam Bikwanto.

Sebelum petugas tiba, warga berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, kobaran api terus membesar dan merambat ke sisi kiri gudang melalui tumpukan sabut kelapa di sekitar bangunan, hingga akhirnya menjalar ke bagian dalam gudang.

“Kondisi ini meningkatkan risiko meluasnya kebakaran, mengingat material sabut kelapa dan batok kelapa yang menumpuk dapat mempercepat perambatan api,” terang Salam.

Untuk mencegah api meluas ke rumah warga, petugas Damkarmat bersama personel Polri dan masyarakat melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah merobohkan pagar bambu di sisi kanan gudang yang berdekatan dengan rumah warga.

“Langkah ini dilakukan sebagai upaya membuka ruang pengamanan serta mengurangi risiko perambatan api ke bangunan di sekitarnya,” katanya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan pendinginan dan menyisir area kebakaran untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, titik awal api diketahui berada di bagian depan sebelah timur gudang, tepatnya di tepi jalan dekat pagar yang terdapat tumpukan sabut kelapa dan batok kelapa.

Di sekitar lokasi tersebut juga ditemukan rerumputan dan daun-daun kering yang berpotensi menjadi bahan mudah terbakar. Api kemudian merambat ke sisi kiri gudang dan masuk ke dalam bangunan.

Kondisi sabut kelapa dan batok kelapa yang kering diduga mempercepat pembesaran api serta perambatannya ke material lain di sekitar lokasi.

“Keberadaan rerumputan dan daun-daun kering di sekitar titik awal api juga berpotensi mendukung perambatan api. Namun, penyebab pasti munculnya api belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut,” terang Salam.

Kebakaran Peternakan Ayam di Banyuwangi, 28 Ribu Ekor Mati dan Kerugian Rp2,5 Miliar

Salam menjelaskan, gudang pengolahan sabut kelapa tersebut mulai beroperasi pada November 2024. Namun, karena usaha mengalami kerugian, kegiatan operasional dihentikan pada Februari 2026.

Meski sudah tidak beroperasi, tumpukan sabut kelapa dan batok kelapa masih tersimpan di bagian luar maupun dalam gudang. Material tersebut diduga turut mempercepat perambatan api saat kebakaran terjadi.

Kebakaran Dapur Rumah di Tukangkayu Banyuwangi, Dua Motor Terbakar dan Rugi Rp50 Juta

Selain membakar tumpukan bahan baku, kebakaran juga melalap mesin pengolahan sabut kelapa, troli, material galvalum, dan sejumlah barang lainnya.

“Kebakaran tersebut juga melalap mesin pengelolaan sabut, troli, galvalum dan barang-barang lainnya. Total kerugian materiil ditaksir Rp350 juta,” ujarnya.

Hingga pemeriksaan awal dilakukan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Artikel Terkait