Kebakaran Ijen Meluas ke Jalur Pendakian, Kunjungan ke TWA Kawah Ijen Ditutup

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 4 September 2026, 21:52 WIB
WhatsApp Image 2026-09-04 at 20.48.28
Bupati Ipuk meninjau kebakaran di kawasan TWA Kawah Ijen.

BanyuwangiNet.com – Kebakaran hutan di kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, terus meluas. Api telah mendekati Pondok Bunder yang berada di jalur pendakian menuju Kawah Ijen, Jumat (4/9/2026).

Kondisi tersebut membuat akses pendakian menuju Kawah Ijen ditutup sementara. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi wisatawan dan masyarakat dari risiko kebakaran yang masih berlangsung.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam penutupan jalur pendakian. Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait ikut mendukung penanganan kebakaran.

“Demi keselamatan, pendakian ke Kawah Ijen ditutup sementara. Saya minta seluruh OPD terkait untuk backup penanganan pemadaman kebakaran,” kata Ipuk saat memimpin rapat koordinasi OPD membahas kebakaran Ijen, Jumat (4/9/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, menjelaskan, titik api pertama kali terdeteksi di kawasan hutan dan perkebunan Pasewaran, Kecamatan Kalipuro, pada Rabu (2/9/2026). Petugas kemudian melakukan penanganan secara bertahap untuk mencegah api meluas. Upaya tersebut berlanjut hingga Kamis dini hari.

Tim gabungan mulai melakukan penyemprotan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen sekitar pukul 02.00 WIB. Pemantauan juga dilakukan terhadap kawasan hutan yang berada di Desa Tamansari. Hingga Jumat, BPBD Banyuwangi bersama sejumlah unsur terkait masih bersiaga untuk menangani kebakaran.

Untuk memperkuat pemantauan, pos pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga disiapkan di kawasan Paltuding. Pos tersebut dilengkapi mobil pemadam kebakaran, kendaraan operasional BPBD, dan personel.

“Selain penanganan dari darat, BPBD Banyuwangi juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur untuk membahas kemungkinan penanganan melalui jalur udara,” katanya.

Salah satu persoalan utama dalam penanganan kebakaran Ijen adalah kondisi medan. Sejumlah titik api berada di kawasan dengan tebing dan jurang curam sehingga sulit dijangkau kendaraan. Untuk mendukung pemadaman dari darat, petugas telah menyiapkan sekitar 15 unit jet pump. Peralatan tersebut memiliki kemampuan jangkauan semprotan sekitar 15 meter.

Meski demikian, kondisi medan membuat petugas harus menyesuaikan strategi pemadaman agar tetap efektif sekaligus aman bagi personel yang bertugas.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nur Patria Murniawan, membenarkan jalur pendakian Kawah Ijen ditutup sementara.

Menurutnya, penutupan dilakukan untuk mengutamakan keselamatan wisatawan dan masyarakat yang berada di kawasan tersebut.

“Hari ini memang jadwalnya tutup karena ada kegiatan Rijig-rijig Kawah Ijen. Kemudian karena ada kebakaran, kita tutup mulai hari ini jalur pendakian sampai waktu yang tidak ditentukan, menunggu api padam,” terang Nur Patria Murniawan.

Senja di AWT Banyuwangi Dipadati Ribuan Wisatawan, Sajikan Hiburan dan Panorama Ijen

Ia menjelaskan, kondisi kebakaran masih perlu diwaspadai karena api terus membesar dan telah memasuki kawasan TWA Ijen, tepatnya di sekitar Pondok Bunder.

“Api saat ini semakin membesar dan sudah masuk kawasan TWA Ijen, tepatnya di sekitar Pondok Bunder. Kami bersama tim juga teman-teman pecinta alam, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar langsung melakukan upaya pemadaman,” ujarnya.

Selain medan yang berat, kondisi angin yang cukup kencang juga menjadi faktor yang dapat mempercepat penyebaran api.

Kebakaran Gunung Ijen Meluas hingga Jalur Pendakian, Api Dekati Pondok Bunder

Karena itu, BBKSDA Jatim meminta masyarakat dan wisatawan tidak memaksakan diri memasuki kawasan Ijen selama jalur pendakian masih ditutup.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama wisatawan, untuk bersabar dan selalu mengikuti informasi terbaru dari petugas,” pintanya.

Penutupan jalur pendakian akan berlangsung hingga kondisi kawasan dinyatakan aman. Sementara itu, tim gabungan terus melakukan pemantauan dan pemadaman untuk mengendalikan api serta mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.

Artikel Terkait