Protes Macet, Sopir Truk Logistik Blokir Pintu Masuk Pelabuhan Ketapang

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 3 September 2026, 19:49 WIB
WhatsApp Image 2026-09-03 at 19.27.35
Para sopir truk logistik memblokir pintu masuk pelabuhan Ketapang Kamis sore.

BanyuwangiNet.com – Puluhan sopir kendaraan logistik memblokir pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, Kamis (3/9/2026) sore. Aksi tersebut dilakukan secara spontan sebagai bentuk protes terhadap kemacetan panjang yang terjadi di jalur menuju pelabuhan.

Para sopir mendesak agar seluruh kendaraan truk yang hendak menyeberang ke Bali diarahkan lebih dulu masuk ke kantung parkir Bulusan. Mereka menilai pengaturan tersebut perlu diterapkan secara merata untuk mengendalikan arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang.

Aksi berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB. Para sopir memarkir kendaraannya di pintu masuk kawasan ASDP Ketapang, kemudian berkumpul untuk menyampaikan aspirasi.

Kemacetan menjadi pemicu utama aksi tersebut. Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang telah berlangsung sekitar sepekan dan pada kondisi tertentu mencapai sekitar 12 kilometer.

“Kami ingin penyeberangan ini kembali lancar,” kata Dartomo, sopir asal Jakarta.

Dartomo mengaku telah terjebak kemacetan sejak sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, kendaraannya mulai tersendat di wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Hingga aksi pemblokiran berlangsung pada sore hari, truk yang dikemudikannya belum juga masuk ke kantung parkir Bulusan. Truk tersebut mengangkut sepeda motor dari Jakarta dengan tujuan Denpasar, Bali.

Menurut Dartomo, kondisi tersebut membuat waktu perjalanan menjadi lebih panjang sekaligus meningkatkan biaya operasional yang harus ditanggung sopir.

Ia memperkirakan pengeluaran tambahan untuk makan, minum, dan bahan bakar minyak (BBM) mencapai sekitar Rp300 ribu setiap hari selama terjebak kemacetan.

“Terpaksa uang yang harusnya dibawa pulang untuk keluarga berkurang,” katanya.

Kantung parkir Bulusan selama ini digunakan untuk menampung kendaraan logistik berukuran besar sebelum diarahkan menuju Pelabuhan Ketapang. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemangku kepentingan untuk menerapkan sistem delaying, yakni menahan sementara kendaraan agar kepadatan di kawasan pelabuhan dapat dikendalikan.

Namun, Dartomo menilai kebijakan tersebut perlu diterapkan secara lebih merata. Menurutnya, tidak semua kendaraan logistik saat ini masuk ke kantung parkir Bulusan. Truk berukuran kecil, termasuk jenis colt diesel, disebut masih dapat langsung menuju pelabuhan untuk menyeberang.

“Kami minta colt diesel masuk kantung parkir juga. Tidak hanya truk besar saja,” katanya.

Para sopir berharap seluruh kendaraan logistik mendapatkan pola pengaturan yang sama sehingga antrean kendaraan di jalur menuju pelabuhan dapat lebih terkendali.

Keluhan serupa disampaikan Didik, sopir truk yang mengangkut wortel dari Medan menuju Denpasar. Didik mengaku mulai terjebak kemacetan di kawasan Bangsring sekitar pukul 02.00 WIB pada Kamis dini hari. Kondisi tersebut membuat perjalanan pengiriman yang seharusnya sudah memasuki tahap pembongkaran justru masih tertahan di Banyuwangi.

Dalam kondisi normal, kata Didik, perjalanan dari Medan hingga Denpasar membutuhkan waktu sekitar enam hari. Namun pada hari keenam, kendaraannya belum juga menyeberang ke Bali.

“Biasanya hari keenam sudah bongkar di tujuan,” katanya.

ASDP Terapkan Sterilisasi Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Perketat Keamanan dan Keselamatan

Keterlambatan perjalanan juga menjadi persoalan bagi sopir yang membawa komoditas segar. Didik khawatir wortel yang dibawanya mengalami penurunan kualitas apabila terlalu lama berada di perjalanan.

“Mungkin bisa bertahan sampai 10 hari sebelum wortelnya bertunas, kalau sampai rusak atau bertunas resikonya pada saya,” ungkapnya.

Kerusakan atau penurunan kualitas muatan menjadi risiko yang harus ditanggung sopir apabila perjalanan pengiriman mengalami keterlambatan.

Antrean Kendaraan 12 Km di Ketapang, ASDP Operasikan 25 Kapal Berkapasitas Besar

Setelah melakukan aksi, perwakilan sopir akhirnya diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada manajemen ASDP Ketapang bersama stakeholder terkait. Setelah pertemuan selesai, para sopir kemudian membubarkan diri dan membuka kembali akses pintu masuk pelabuhan sekitar pukul 17.00 WIB.

Dengan dibukanya blokir, kendaraan kembali dapat bergerak masuk ke Pelabuhan Ketapang untuk melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Para sopir berharap pengaturan lalu lintas kendaraan logistik dapat segera diperbaiki sehingga kemacetan panjang di jalur Ketapang tidak terjadi lagi.

Artikel Terkait