PT KAI Siapkan Rest Area di Stasiun Ketapang untuk Atasi Kemacetan Pelabuhan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 21 Agustus 2026, 19:41 WIB
1001019600
Bupati Ipuk menemu Tim dari PT KAI terkait rencana pembangunan rest area di Stasiun Ketapang.

BanyuwangiNet.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana membangun rest area atau kantong parkir kendaraan di kawasan Stasiun Ketapang, Banyuwangi. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sekitar Pelabuhan Ketapang, terutama saat peak season.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran PT KAI dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (20/8/2026).

Kemacetan di kawasan Pelabuhan Ketapang biasanya meningkat pada periode dengan lonjakan mobilitas kendaraan. Selain peningkatan volume kendaraan, persoalan tersebut juga dipengaruhi kendaraan, terutama truk, yang parkir di bahu jalan menuju pelabuhan.

“Kemarin kita sudah membahas bersama PT KAI. Rencananya, di sepanjang kawasan Stasiun Ketapang akan disiapkan rest area yang bisa menjadi kantong parkir tambahan untuk mengurai kemacetan di Pelabuhan Ketapang,” kata Ipuk, Jumat (21/8/2026).

Kehadiran rest area di kawasan Stasiun Ketapang nantinya akan menambah alternatif lokasi parkir yang selama ini tersedia di sekitar Pelabuhan Ketapang dan Tanjungwangi.

Advisor Direktorat Komersial PT KAI, Suharjono, mengatakan perusahaan memiliki sekitar 10 hektare lahan di kawasan Stasiun Ketapang yang berpotensi dioptimalkan untuk fasilitas tersebut.

Menurut dia, rencana pemanfaatan lahan tidak hanya diarahkan sebagai kantong parkir. Area tersebut juga dirancang memiliki fungsi pendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

“Ini juga untuk optimalisasi aset PT KAI di Stasiun Ketapang. Nantinya selain menjadi rest area, juga akan menjadi pusat kuliner yang turut meningkatkan ekonomi warga sekitar,” ujarnya.

Dengan konsep tersebut, kawasan sekitar Stasiun Ketapang diharapkan tidak hanya membantu menampung kendaraan yang menunggu masuk pelabuhan, tetapi juga menjadi ruang aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat.

Pemkab Banyuwangi sebelumnya telah mengupayakan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan kepadatan lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang.

KAI Daop 9 Jember Beri Diskon Tiket 20 Persen untuk Dukung Banyuwangi Ethno Carnival 2026

Ipuk telah menyampaikan sejumlah usulan kepada Kementerian Perhubungan, mulai dari pelebaran akses jalan menuju pelabuhan, peningkatan kapasitas dermaga, hingga percepatan pembangunan jalan tol Besuki-Banyuwangi.

Di sisi lain, peningkatan kapasitas sepasang dermaga di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk juga telah mulai dilakukan oleh ASDP Indonesia Ferry. Dermaga tersebut ditingkatkan spesifikasi dan kapasitasnya agar dapat melayani penyeberangan kendaraan, termasuk truk berukuran besar.

Dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang Ditingkatkan Jadi MB 50 Ton, Ditarget Beroperasi Maret 2027

Menurut Ipuk, berbagai upaya tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pihak agar persoalan kemacetan di kawasan Pelabuhan Ketapang dapat ditangani secara menyeluruh.

“Semoga kolaborasi dengan berbagai pihak ini bisa mengatasi masalah kemacetan di Pelabuhan Ketapang. Terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan stakeholder terkait,” kata Ipuk.

Artikel Terkait