ASDP Ketapang Tunda Penyeberangan Saat Cuaca Ekstrem, Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 28 Juli 2026, 19:44 WIB
IMG_20240415_133159
ASDP telah resmi menerapkan sterilisasi di kawasan Pelabuhan Ketapang,Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang menegaskan bahwa keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan penyeberangan di lintas Ketapang–Gilimanuk. Menyikapi angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan Selat Bali dalam beberapa hari terakhir, operasional penyeberangan disesuaikan dengan kondisi cuaca demi meminimalkan risiko bagi penumpang dan awak kapal.

Kebijakan penundaan sementara operasional pada waktu-waktu tertentu dilakukan berdasarkan hasil koordinasi antara ASDP, KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Satuan Pelaksana Pelabuhan Penyeberangan BPTD Kelas II Jawa Timur, BMKG, dan Kepolisian.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menegaskan, setiap keputusan operasional mengacu pada rekomendasi cuaca maritim dari BMKG dan bukan merupakan keputusan sepihak operator.

“Keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap layanan penyeberangan. Penundaan operasional dilakukan semata-mata sebagai langkah mitigasi risiko ketika kondisi cuaca belum memenuhi standar keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Arief menjelaskan, penyesuaian jadwal penyeberangan bersifat dinamis mengikuti perkembangan cuaca di lapangan. Layanan akan kembali dibuka setelah kecepatan angin dan tinggi gelombang dinilai berada dalam batas aman untuk pelayaran.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kepastian keberangkatan karena operasional akan segera dinormalkan begitu kondisi memungkinkan.

Sebagai langkah antisipasi, ASDP terus melakukan pemantauan cuaca maritim secara berkala bersama BMKG dan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait agar potensi cuaca ekstrem dapat dideteksi lebih dini serta keputusan operasional dapat diambil secara cepat dan tepat.

Untuk mengurangi dampak terhadap distribusi logistik, ASDP mengaktifkan buffer zone di kawasan Bulusan sebagai lokasi penampungan sementara kendaraan yang belum dapat menyeberang.

Setelah cuaca membaik dan layanan kembali normal, ASDP akan mengoptimalkan jumlah armada yang beroperasi guna mempercepat penguraian antrean kendaraan yang terbentuk selama masa penundaan.

Di sisi darat, koordinasi dengan Polresta Banyuwangi juga terus dilakukan untuk mengatur arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang agar tetap tertib, aman, dan tidak menimbulkan kemacetan.

“Kami menyiapkan berbagai langkah antisipatif secara terpadu, mulai dari pemantauan cuaca, penyediaan buffer zone, kesiapan armada, hingga pengaturan lalu lintas bersama kepolisian. Upaya ini kami lakukan agar dampak penyesuaian operasional dapat diminimalkan sekaligus menjaga kelancaran layanan,” jelas Arief.

ASDP mengimbau masyarakat yang akan menyeberang melalui lintas Ketapang–Gilimanuk untuk memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi BMKG sebelum berangkat menuju pelabuhan.

ASDP Akan Tingkatkan Dermaga Ponton Ketapang Jadi MB 50 Ton, Target Beroperasi Saat Nataru

Pengguna jasa, terutama pengemudi kendaraan logistik maupun masyarakat yang memiliki jadwal perjalanan penting, juga diminta menyesuaikan waktu keberangkatan serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan dan kelancaran arus penyeberangan.

ASDP memastikan penundaan operasional akibat kondisi force majeure tidak menghilangkan hak pengguna jasa. Tiket yang telah dibeli tetap dapat digunakan kembali setelah layanan penyeberangan dibuka dan beroperasi normal.

ASDP dan Pemprov Jatim Percepat Pengembangan Pelabuhan Ketapang, Siapkan Masterplan hingga 2029

Untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi operasional, jadwal penyeberangan, maupun layanan tiket, masyarakat dapat menghubungi Contact Center ASDP 191.

“Kami memohon pengertian seluruh masyarakat. Kebijakan ini semata-mata untuk melindungi keselamatan jiwa. Kami juga memastikan hak pengguna jasa tetap terlindungi karena tiket yang telah dibeli tetap dapat digunakan ketika layanan kembali beroperasi normal,” tutup Arief.

Artikel Terkait