KNMP Lateng Banyuwangi Jadi Percontohan Ekonomi Biru bagi Delegasi ASEAN-ID Blue

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 19 Juli 2026, 20:00 WIB
1000955230
Delegasi ASEAN-ID Blue melihat langsung olahan hasil perikanan di KNMP Lateng, Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng, Banyuwangi menjadi salah satu contoh praktik terbaik (best practice) pengembangan ekonomi biru dalam forum internasional ASEAN-ID Blue yang berlangsung pada 16–19 Juli 2026. Forum ini diikuti delegasi dari negara-negara ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF).

Dalam kunjungan lapangan tersebut, para delegasi mempelajari bagaimana koperasi nelayan di Banyuwangi mengembangkan ekonomi masyarakat pesisir melalui hilirisasi sektor perikanan yang dipadukan dengan konsep wisata kuliner.

Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ali Rahmat Iman Santoso, menjelaskan, KNMP Lateng dikembangkan sebagai kawasan kampung nelayan modern dengan pendekatan hilirisasi berbasis pariwisata.

Melalui konsep tersebut, hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual dalam bentuk ikan segar, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk kuliner yang memiliki nilai tambah.

“KNMP Banyuwangi berbeda dengan lainnya, mereka fokus pada turisme sehingga lebih mengedepankan wisata kuliner. Hasil tangkapan nelayan langsung dibawa ke sini (KNMP) dan bisa langsung diolah menjadi berbagai macam kuliner,” kata Ali Rahmat Iman Santoso saat mengunjungi KNMP Lateng, Sabtu (18/7/2026).

Selain mengembangkan sektor kuliner, kawasan KNMP juga dirancang sebagai destinasi wisata. Bangunannya mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing yang dipadukan dengan desain modern sehingga memperkuat identitas budaya Banyuwangi di kawasan pesisir.

Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri RI, Zelda Wulan Kartika, mengaku terkesan dengan konsep yang diterapkan di KNMP Banyuwangi.

Menurutnya, kawasan tersebut menunjukkan bagaimana ekonomi biru dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor kelautan.

“Kami tidak menyangka KNMP Banyuwangi sebagus dan semaju ini. Memang masih baru, namun melihat potensinya ke depan sangatlah besar,” ujarnya.

Selama kunjungan, para delegasi meninjau berbagai fasilitas yang tersedia di KNMP, seperti gerai kuliner, dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, pabrik es, workshop nelayan, hingga unit pengolahan hasil laut.

Mereka juga berdialog dengan pelaku UMKM, mencicipi aneka olahan hasil laut, serta melihat potensi produk perikanan Banyuwangi yang telah dipasarkan ke berbagai daerah dan berorientasi ekspor.

Perwakilan Kedutaan Besar Fiji bidang Ekonomi dan Politik, Leone Bainivanua, menyebut konsep KNMP Banyuwangi layak menjadi inspirasi bagi negaranya yang juga memiliki wilayah kepulauan dan bergantung pada sumber daya laut.

“Tempat ini sangat bagus, di Fiji belum ada yang seperti ini. Kami terinspirasi untuk mengembangkan yang sama di negara kami karena wilayahnya juga dikelilingi lautan,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Counsellor Malaysia Mission to ASEAN, Faezatun Azirah Binti Yahaya. Ia menilai pemberdayaan masyarakat nelayan di KNMP Banyuwangi dapat menjadi referensi dalam pengembangan kawasan pesisir di Malaysia.

“Apa yang dilaksanakan di sini akan menjadi referensi untuk dikembangkan di negara kami,” katanya.

Zulhas Dorong Kampung Nelayan Merah Putih untuk Jaga Harga Ikan dan Perkuat Ekonomi Nelayan

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menjelaskan KNMP Lateng dibangun berdasarkan potensi daerah dan kebutuhan masyarakat setempat dengan mengusung konsep hilirisasi perikanan berbasis pariwisata.

Sebelum dikembangkan, kawasan tersebut merupakan lokasi berjualan yang masih menggunakan tenda sederhana dan belum tertata.

KNMP Banyuwangi Hampir Rampung, Perkuat Wisata Kuliner Seafood Pesisir

Kini, keberadaan KNMP dinilai membawa dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya keluarga nelayan dan pelaku UMKM yang terlibat dalam pengelolaan wisata kuliner.

“Adanya KNMP membawa berkah khususnya bagi ibu-ibu istri nelayan dan warga lokal karena tempat ini semakin menarik jadi destinasi wisata kuliner. Kami juga terus memberikan pendampingan dan penyuluhan agar mereka bisa memberikan pelayanan yang memadai bagi pengunjung yang datang,” terang Suryono.

Artikel Terkait