RSUD Blambangan Ungkap Kondisi Medis Pasien Obesitas yang Meninggal Saat Dirawat

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 14 Juli 2026, 17:21 WIB
WhatsApp Image 2026-07-14 at 16.41.57 (1)
Petugas Damkarmat dan Basarnas memindahkan jenazah ADS dari ranjang ke peti yang ditempatkan di atas pikap.

BanyuwangiNet.com – RSUD Blambangan memberikan penjelasan mengenai kondisi medis seorang pasien obesitas yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Pasien tersebut berinisial ADS (35), warga Kelurahan Lateng, Banyuwangi, meninggal pada Senin (13/7/2026) dini hari setelah menjalani perawatan intensif selama sekitar dua hari.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Blambangan, dr. Siti Asiyah Anggraini, mengatakan, pasien memiliki berat badan sekitar 200 kilogram dan pertama kali masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Sabtu (11/7/2026) sore.

Menurut Asiyah, pasien tiba di RSUD Blambangan setelah dievakuasi dari rumahnya oleh tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta Basarnas Banyuwangi. Evakuasi khusus dilakukan karena kondisi obesitas yang dialami pasien.

“Pasien masuk ke IGD dengan keluhan nyeri pada testis yang sudah berlangsung selama 10 hari,” kata Asiyah, Selasa (14/7/2026).

Saat menjalani pemeriksaan awal, tim medis menemukan adanya pembengkakan pada area testis. Rumah sakit kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium dan memberikan penanganan medis sesuai kondisi pasien.

Bersama Danantara, PNM Perluas Layanan ke 516 Wilayah 3T Perkuat Pemberdayaan UMKM

Asiyah menjelaskan, dokter penanggung jawab bersama dokter spesialis urologi memberikan terapi obat-obatan melalui infus sebagai penanganan awal. Kondisi pasien terus dipantau selama masa perawatan.

Pemeriksaan lanjutan, termasuk ultrasonografi (USG), sebenarnya telah dijadwalkan pada Senin (13/7/2026) untuk mengetahui penyebab pasti keluhan yang dialami pasien. Namun, pemeriksaan tersebut belum sempat dilakukan karena kondisi pasien memburuk.

Pria dengan Obesitas di Banyuwangi Meninggal, Evakuasi Jenazah Libatkan Damkarmat dan Basarnas

Pada Minggu malam, kesadaran pasien dilaporkan menurun. Meski telah mendapatkan penanganan medis, pasien meninggal dunia pada Senin dini hari sekitar pukul 03.20 WIB.

“Diagnosa sakit pasien, yakni ada peradangan yang menyerang testis dan saluran belakang testis secara bersama,” jelas Asiyah.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, proses pemindahan jenazah kembali melibatkan tim Damkarmat dan Basarnas Banyuwangi. Mengingat kondisi fisik almarhum, petugas menggunakan metode evakuasi khusus untuk memindahkan jenazah dari ruang jenazah ke peti yang telah disiapkan di atas bak mobil pikap. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Lateng.

Artikel Terkait