Serapan Pupuk Bersubsidi Banyuwangi Tembus 74 Persen, Dispertan Pastikan Stok Masih Aman
BanyuwangiNet.com – Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Banyuwangi hingga akhir Triwulan II 2026 menunjukkan realisasi yang tinggi. Meski serapan pupuk oleh petani terus meningkat, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi memastikan ketersediaan stok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan musim tanam tahun ini.
Berdasarkan data per 30 Juni 2026, pupuk NPK menjadi jenis pupuk dengan tingkat penyaluran tertinggi. Realisasinya mencapai 31.089,3 ton atau 73,96 persen dari total alokasi 42.035 ton. Sementara itu, pupuk Urea telah tersalurkan sebanyak 29.864,4 ton atau 63 persen dari alokasi 47.401 ton.
Adapun pupuk ZA telah tersalurkan 2,42 ton atau 34,51 persen dari total alokasi 7 ton, sedangkan pupuk organik mencapai 256,753 ton atau 39,38 persen dari alokasi 652 ton.
Kepala Dispertan Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan, tingginya penyaluran pupuk bersubsidi dipengaruhi oleh banyak petani yang melakukan penebusan lebih awal untuk memenuhi kebutuhan selama satu tahun.
“Secara umum, ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Banyuwangi masih dalam kondisi aman,” kata Danang, Kamis (9/7/2026).
Meski stok saat ini masih mencukupi, Dispertan Banyuwangi tetap mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pupuk hingga akhir 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengusulkan tambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Usulan tersebut meliputi tambahan 916 ton pupuk Urea dan 1.567 ton pupuk NPK. Tambahan alokasi diharapkan dapat menjamin kebutuhan pupuk petani apabila permintaan terus meningkat pada musim tanam berikutnya.
Selain menjaga ketersediaan stok, Dispertan juga mengingatkan petani terkait perubahan mekanisme penebusan pupuk bersubsidi yang mulai diberlakukan 1 September 2026.
Menurut Danang, penebusan pupuk nantinya dilakukan berdasarkan musim tanam. Karena itu, petani diminta menyesuaikan pembelian pupuk dengan kebutuhan setiap musim tanam serta mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami mengimbau seluruh petani agar menyesuaikan penebusan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan terbaru. Dengan mekanisme ini, distribusi pupuk diharapkan semakin tepat sasaran dan sesuai kebutuhan setiap musim tanam,” jelasnya.
Temui Petani Banyuwangi, Zulhas Pastikan Pasokan Pupuk Lancar dan Harga Gabah Stabil
Dispertan Banyuwangi memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Pupuk Indonesia Holding Company, serta jaringan distributor untuk menjaga kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di daerah.
Pupuk Kaltim dan Pemkab Banyuwangi Dorong Swasembada Pangan Lewat Panen Demplot Padi
Danang berharap penyaluran pupuk di Banyuwangi dapat memenuhi prinsip tujuh tepat, yakni tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat mutu, tepat penerima, serta sesuai ketentuan yang berlaku.
“Harapannya, kebutuhan pupuk petani di Banyuwangi dapat terpenuhi secara tujuh tepat, yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat mutu, tepat penerima, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Danang.