Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Forum Bappeda Jatim, Perkuat Sinergi dan Akselerasi Pembangunan Daerah

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 12 Juni 2026, 20:05 WIB
1000893296
Para Kepala Bappeda se-Jawa Timur Berkumpul di Banyuwangi untuk membahas akselerasi pembangunan Daerah di Jatim.

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Indonesia Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada 11-12 Juni 2026 tersebut menjadi ajang konsolidasi para kepala Bappeda kabupaten/kota se-Jawa Timur untuk memperkuat sinergi dan menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan program pembangunan provinsi maupun nasional.

Forum yang digelar selama dua hari itu, dihadiri seluruh Kepala Bappeda se-Jawa Timur dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Jawa Timur, Mohammad Yasin.

Saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha, Jumat (12/6/2026), Yasin menjelaskan, Forum Bappeda Indonesia Jatim merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua kali setiap tahun sebagai sarana koordinasi dan konsolidasi pembangunan.

“Forum ini menjadi wadah koordinasi strategis bagi Bappeda seluruh kabupaten/kota se-Jatim untuk membahas berbagai isu perencanaan pembangunan hingga penyelarasan antara program nasional dan daerah,” ujar Yasin.

Selain menjadi ruang koordinasi, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai persoalan pembangunan yang memerlukan penyelesaian lintas wilayah dan dukungan pemerintah provinsi.

“Forum ini juga membahas persoalan terkait perencanaan yang tidak bisa diselesaikan di daerah. Kita bahas bersama untuk dituangkan dalam dokumen perencanaan tahun berikutnya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yasin turut mengapresiasi capaian pembangunan Banyuwangi, khususnya pada sektor pariwisata yang dinilai mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Jawa Timur.

Menurutnya, perkembangan sektor wisata Banyuwangi terlihat nyata dari tingginya mobilitas wisatawan yang datang ke daerah tersebut, baik melalui jalur udara maupun kunjungan langsung ke berbagai destinasi wisata.

“Saya menyaksikan sendiri perkembangan wisata Banyuwangi yang luar biasa. Pesawat ke Banyuwangi dari Jakarta penuh, begitu juga tempat-tempat wisatanya selalu ramai bahkan di hari kerja. Ini menandakan ekonomi Banyuwangi terus bergerak dan tumbuh. Semoga Banyuwangi terus menjadi penggerak ekonomi di Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah forum tersebut. Menurut Ipuk, Bappeda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah karena berperan sebagai perumus kebijakan, penghubung lintas sektor, sekaligus pengawal efektivitas penggunaan anggaran.

“Bappeda memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan daerah. Bappeda adalah perumus kebijakan pembangunan, penghubung antar-sektor, sekaligus pengawal efisiensi anggaran,” kata Ipuk.

IPM Naik dan Kemiskinan Turun, Banyuwangi Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,65 Persen pada 2025

Ia menambahkan, perencanaan pembangunan yang baik harus didukung data yang akurat agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan di masa depan.

“Dengan data yang akurat, Bappeda memastikan setiap kebijakan lahir dari analisis yang tepat. Lebih dari itu, Bappeda juga menjadi motor inovasi yang mampu mengantisipasi tantangan global dan lokal,” ujarnya.

Ipuk berharap Forum Bappeda Indonesia Jatim dapat memperkuat kerja sama antar daerah dalam mendukung pembangunan Jawa Timur yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Maskapai Santai Seaplane Pilih Banyuwangi sebagai Basis Operasi Wisata Udara Premium di Indonesia

Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan secara parsial oleh masing-masing daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

“Pembangunan Jawa Timur tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah. Dengan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan Jawa Timur yang maju, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkasnya.

Artikel Terkait