Sukses Budidaya Lele Air Jernih, Pemuda Banyuwangi Raup Omzet Ratusan Juta

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 30 April 2026, 20:15 WIB
1000821046
Budidaya lele dengan menggunakan air bersih yang dijalankan Yogi Deri Hendrawan.

BanyuwangiNet.com – Upaya regenerasi pelaku usaha di sektor pertanian dan perikanan di Banyuwangi terus menunjukkan hasil. Salah satu kisah sukses datang dari Yogi Deri Hendrawan, pemuda asal Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, yang berhasil mengembangkan budidaya lele dengan sistem air jernih.

Metode yang diterapkannya terbukti meningkatkan kualitas ikan sekaligus mendongkrak nilai ekonomi. Dari usaha tersebut, Yogi kini mampu meraup omzet hingga ratusan juta rupiah setiap bulan.

Lulusan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya ini mulai merintis usaha budidaya lele sejak 2018. Ia mengawali dengan tiga kolam berukuran 2 x 5 meter.

Seiring waktu, usahanya berkembang pesat. Dukungan dari keluarga dan bantuan fasilitas kolam dari pemerintah daerah membuat Yogi kini memiliki sekitar 50 kolam yang tersebar di tiga lokasi.

“Saya ingin menerapkan ilmu yang saya dapatkan selama kuliah. Alhamdulillah didukung penuh oleh orang tua, bahkan di awal saya dibantu ayah. Terima kasih juga atas bantuan dari Pemkab Banyuwangi,” ujarnya saat ditemui dalam program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa).

Bunga Desa di Purwoharjo, Bupati Ipuk Hadirkan Layanan Kesehatan, Bantuan Sosial, dan Dukungan Ekonomi warga.

Keunggulan usaha Yogi terletak pada konsistensinya menerapkan sistem air jernih. Ia rutin mengganti air kolam dua kali sehari untuk menjaga kualitas lingkungan budidaya.

Langkah tersebut efektif menekan risiko penyakit pada ikan. Selain itu, Yogi juga disiplin dalam pemberian pakan dengan hanya menggunakan pakan khusus tanpa campuran.

“Kualitas daging lele kami tidak berbau lumpur dan rasanya lebih disukai konsumen. Produksi juga lebih stabil karena pakan terukur,” jelasnya.

Metode ini menjadi pembeda dibandingkan sistem budidaya konvensional yang umumnya menghasilkan kualitas ikan yang kurang konsisten.

Dengan sistem yang terkelola baik, Yogi mampu melakukan panen setiap hari dengan hasil rata-rata 6 kuintal hingga 1 ton lele. Produksi tersebut saat ini masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan wilayah Banyuwangi selatan. Ia pun berencana memperluas usaha dengan menambah jumlah kolam agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“Permintaan masih tinggi. Dalam waktu dekat kami akan menambah kolam untuk memperbesar kapasitas produksi,” ujarnya.

Banyuwangi Raih Peringkat 1 Kinerja Tinggi Pemerintahan dari Kemendagri

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi keberhasilan Yogi. Menurutnya, capaian tersebut bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan.

“Mas Yogi membuktikan bahwa budidaya lele bisa menghasilkan omzet ratusan juta rupiah,” kata Ipuk.

Pemerintah daerah sendiri terus mendorong lahirnya wirausaha muda melalui berbagai program, salah satunya Jagoan Tani. Program ini menghadirkan pendampingan, akses mentor, serta dukungan permodalan bagi anak muda yang ingin mengembangkan usaha di sektor agribisnis.

“Ini agar anak-anak muda Banyuwangi mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” pungkas Ipuk.

Artikel Terkait