Mitigasi Potensi Kemarau Panjang 2026, Pemkab Banyuwangi Percepat Tanam Padi hingga 672 Hektar

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 24 April 2026, 19:18 WIB
1000812857
Banyuwangi melakukan percepatan tanaman padi sebagai mitigasi kemarua panjang.

 

BanyuwangiNet.com – Untuk mengahadapi potensi kemarau panjang pada 2026, Pemkab Banyuwangi mempercepat musim tanam padi di berbagai wilayah. Strategi ini dilakukan dengan memanfaatkan sisa musim hujan yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir April.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan, gerakan tanam serentak ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pertanian yang dilaksanakan secara bersamaan di seluruh Jawa Timur pada Kamis (23/4/2026).

“Ini salah satu antisipasi menghadapi musim kemarau panjang, melakukan percepatan musim tanam sebelum puncak kemarau,” ujar Ipuk, Jumat (24/4/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, menambahkan, tanam padi bersama di Banyuwangi dipusatkan di lahan Kelompok Tani Gunung Saprojo, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, dengan luas sekitar 2,5 hektare.

Namun secara keseluruhan, luas tanam serentak yang dilakukan di Banyuwangi pada periode ini mencapai 672 hektare. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan target Luas Tambah Tanam (LTT) Jawa Timur, yang saat ini telah mencapai 46,16 persen atau setara 173.320 hektare.

Dubes Rusia Kunjungi Banyuwangi, Jajaki Kerja Sama Pariwisata, Pertanian, dan Maritim

Danang menjelaskan, percepatan tanam ini penting dilakukan karena ketersediaan air masih mencukupi untuk fase awal pertumbuhan padi.

“Kami telah mengirimkan surat edaran kepada kelompok tani agar mempercepat masa tanam. Ketersediaan air saat ini masih cukup untuk mendukung pertumbuhan awal sebelum debit air berkurang akibat kemarau,” ujarnya.

Kebijakan tersebut juga merupakan respons prediksi musim kemarau 2026 yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Surat Menteri Pertanian RI Nomor B-73/TI.050/M/03/2026 terkait langkah antisipasi dampak kekeringan.

18 Truk Koperasi Merah Putih Disalurkan di Banyuwangi, Perkuat Distribusi dan Ekonomi Desa

Selain percepatan tanam, petani juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi tanaman (standing crops) dan ketersediaan sumber air di wilayah masing-masing.

“Kami mengimbau agar petani terus memantau kondisi pertanaman dan sumber air sebagai langkah mitigasi menghadapi kemarau,” terang Danang.

Artikel Terkait