Jadi Jujugan Wisata, Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Lebih Tinggi dari Jatim dan Nasional

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 9 April 2026, 14:56 WIB
Pulau Bedil Banyuwangi. Sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2025.
Pulau Bedil Banyuwangi. Sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2025.

BanyuwangiNet.com – Sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Banyuwangi tumbuh 5,65 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,33 persen dan nasional 5,11 persen.

Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh kinerja positif hampir seluruh sektor usaha sepanjang tahun.

“Pada 2025 perekonomian Banyuwangi tumbuh dengan baik yang ditopang oleh pertumbuhan semua sektor usaha,” kata Abdus Salam, Rabu (8/4/2026).

Berdasarkan data BPS, sektor jasa khususnya pariwisata mencatat pertumbuhan tertinggi pada 2025. Sektor ini tumbuh 8,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

SMPN 3 Banyuwangi Sukses Kelola Sampah Sirkular, Hasilkan Kompos hingga Eco Enzyme

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

“Sektor pariwisata mengalami pertumbuhan yang paling tinggi seiring dengan jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara yang naik hingga 8,26 persen dari tahun lalu,” ujar Abdus.

Selain pariwisata, sektor transportasi dan pergudangan juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 8,4 persen. Peningkatan ini didorong oleh mobilitas masyarakat yang semakin tinggi melalui berbagai moda transportasi seperti kereta api, bus, dan pesawat.

Meski pariwisata tumbuh paling cepat, struktur ekonomi Banyuwangi masih didominasi sektor pertanian, disusul perdagangan dan konstruksi.

Nenek 78 Tahun Hilang di Kebun Banyuwangi Ditemukan Meninggal

“Secara struktural, pertanian di Banyuwangi masih menjadi penyumbang ekonomi tertinggi. Pertumbuhannya 4,36 persen dari tahun lalu,” kata Abdus.

Salah satu indikatornya adalah peningkatan produksi gabah kering giling yang naik 15,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BPS juga mencatat realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sepanjang 2025 mengalami peningkatan. Menurut Abdus, seluruh sektor usaha di Banyuwangi pada tahun tersebut mengalami pertumbuhan tanpa ada kontraksi.

“Di tahun 2025 tidak ada sektor lapangan pekerjaan yang mengalami kontraksi di Banyuwangi, semuanya tumbuh,” ujarnya.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi Ferdy Elfian menilai pertumbuhan ekonomi tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah daerah yang menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi.

Harga Plastik Kemasan Naik Hingga 70 Persen di Banyuwangi

“Kebijakan Bupati Ipuk menjadikan pariwisata sebagai payung besar atau penggerak utama ekonomi daerah dengan fokus pada pariwisata berkelanjutan dan berbasis komunitas (desa wisata), sangat tepat,” kata Ferdy.

Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan memberikan dampak langsung pada perekonomian masyarakat desa.

“Hasilnya kunjungan wisata Banyuwangi terus naik. Banyak orang datang ke Banyuwangi, membuat banyak masyarakat utamanya anak-anak muda di desa-desa yang bergerak di sektor pariwisata. Kebijakan ini juga membuat ekonomi kreatif di Banyuwangi terus tumbuh,” tambahnya.

Selain pariwisata, perhatian pemerintah daerah pada sektor pertanian juga dinilai memberi dampak positif. Program seperti Jagoan Tani dinilai mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dan berbagai usaha turunannya.

“Saat ini banyak anak-anak muda Banyuwangi yang tertarik terjun di dunia pertanian dan beragam turunannya,” kata Ferdy.

Artikel Terkait