Diduga Depresi karena Bercerai, Pria di Pesanggaran Banyuwangi Bunuh Ibu Kandung

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 31 Maret 2026, 15:45 WIB
Olah tempat kejadian perkara pembunuhan di Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Seorang anak membunuh ibu kandungnya. (foto: Polsek Pesanggaran)
Olah tempat kejadian perkara pembunuhan di Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Seorang anak membunuh ibu kandungnya. (foto: Polsek Pesanggaran)

BanyuwangiNet.com – Seorang pria berinisial AS (31), warga Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, diduga membunuh ibu kandungnya dan melukai seorang rekan kerjanya, Selasa dini hari (31/3/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di rumah keluarga pelaku. Polisi menduga pelaku mengalami depresi yang berkepanjangan sejak bercerai dengan istrinya sekitar tiga tahun lalu.

Kapolsek Pesanggaran, Kompol Maskur, mengatakan kejadian ini pertama kali diketahui oleh seorang tetangga yang mendengar keributan dari rumah korban.

“Kasus tersebut pertama kali dilaporkan oleh tetangga rumah tempat kejadian,” kata Maskur.

TNI AD Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda di Banyuwangi, Target 12 Titik

Menurut keterangan polisi, saksi awalnya mendengar suara gaduh disertai teriakan minta tolong. Ia kemudian keluar rumah untuk memastikan sumber suara tersebut.

Saat mendekati rumah korban, saksi melihat dua orang tergeletak di depan rumah dalam kondisi bersimbah darah.

“Saat tetangga korban keluar rumah untuk mengecek, ia melihat di depan rumah korban dua orang tergeletak bersimbah darah,” ujar Maskur.

Kedua korban tersebut diketahui adalah ibu kandung pelaku berinisial S (65) dan seorang rekan kerja pelaku berinisial D (45).

Upaya ASDP Percepat Arus Balik Lebaran 2026 di Ketapang–Gilimanuk

Di waktu yang hampir bersamaan, saksi juga mendengar teriakan dari dalam rumah. Tidak lama kemudian pelaku keluar rumah sambil membawa dua senjata tajam berupa parang dan pisau.

Merasa terancam, saksi langsung menjauh dari lokasi dan meminta bantuan warga sekitar serta petugas yang berjaga di Pos Marinir Lampon.

“Karena merasa terancam, tetangga korban memutuskan lari menjauh untuk meminta bantuan kepada tetangga yang lain. Termasuk juga meminta bantuan dari anggota piket jaga pos Marinir Lampon,” jelasnya.

Setelah warga dan aparat tiba di lokasi, pelaku akhirnya berhasil diamankan.

Dari kejadian tersebut, ibu pelaku berinisial S dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tradisi Puter Kayun Banyuwangi: Napak Tilas Leluhur Boyolangu Setiap 10 Syawal

Sementara korban lainnya, D, mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke RS Pesanggaran sebelum akhirnya dirujuk ke RS Al Huda Genteng.

Korban diketahui mengalami luka serius pada tangan, bahkan salah satu jarinya putus akibat sabetan senjata tajam.

Berdasarkan hasil pendalaman sementara, polisi menduga pelaku mengalami depresi sejak bercerai dengan istrinya sekitar tiga tahun lalu.

“Menurut keterangan saksi, akhir ini terduga pelaku sering marah-marah,” ungkap Maskur.

Saat ini pelaku telah diamankan di kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Artikel Terkait