Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Pasar di Seluruh Kecamatan
BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menggelar operasi pasar LPG subsidi 3 kilogram untuk mengatasi kelangkaan gas yang dikeluhkan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir di berbagai kecamatan agar warga lebih mudah mendapatkan gas melon dengan harga resmi.
Operasi pasar tersebut telah berlangsung sejak Selasa (17/3/2026) dan masih terus dilakukan hingga Jumat (20/3/2026). Dalam setiap kegiatan, ratusan tabung LPG 3 kg didistribusikan kepada masyarakat.
Selain penyaluran rutin ke pangkalan, agen LPG juga diminta mengadakan operasi pasar di titik yang telah ditentukan pemerintah daerah.
Pada Jumat (20/3/2026), operasi pasar digelar di Kantor Kecamatan Banyuwangi dan Kecamatan Giri dengan menyediakan masing-masing 360 tabung LPG subsidi.
Pelabuhan Ketapang Tutup Saat Nyepi, Sopir Truk Tertahan 34 Jam di Banyuwangi
Andreansyah, pegawai administrasi agen LPG PT Syifa Mustika Migas, menjelaskan bahwa pasokan tersebut merupakan tambahan pengiriman dari Pertamina.
“Ini memang ekstra droping dari Pertamina. Pemkab telah meminta Pertamina agar agen menggelar operasi pasar di titik yang telah ditentukan. Kami drop 360 tabung, sebenarnya ini jatah pengiriman besok, tapi karena ada operasi pasar kami tarik jatah besok sebanyak 360. Sisanya ya kami tetap kirim ke pangkalan sesuai jadwal yang ada,” kata Andreansyah.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pemerintah daerah telah menerima berbagai keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh LPG 3 kg.
Karena itu, Pemkab Banyuwangi sejak awal Ramadan telah meminta tambahan pasokan kepada PT Pertamina.
ASDP Prediksi Puncak Arus Balik Ketapang 26-30 Maret 2026, Truk Besar Diminta Patuhi SKB
“Sebenarnya sejak awal puasa kami telah berkirim surat ke Pertamina untuk meminta tambahan droping, dan ini sudah dilakukan sejak H-7 Lebaran. Namun, masih tetap ada kelangkaan, maka kami minta segera dilakukan operasi pasar agar warga mudah mengakses,” kata Ipuk.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus memantau kondisi distribusi LPG di lapangan bersama tim terkait.
“Kami akan terus memantau bersama tim. Pertamina juga terus kami minta responsif terkait kondisi ini,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi Nanin Oktaviantie mengatakan seluruh LPG yang dijual dalam operasi pasar dipastikan sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp18.000 per tabung.
Bupati Banyuwangi Ipuk Ajak Puluhan Anak Yatim Nobar Film Na Willa di Bioskop
“Setiap harinya kami lakukan operasi pasar di enam titik kecamatan. Besok Sabtu Lebaran berhenti dulu, Minggu kami gelar lagi,” kata Nanin.
Operasi pasar tersebut mendapat respons tinggi dari masyarakat. Sejak pagi, warga terlihat mengantre untuk membeli LPG.
Warno, warga Kecamatan Giri, mengaku lega setelah akhirnya berhasil mendapatkan LPG setelah beberapa hari mencarinya.
“Ini sangat membantu kami, sudah dua hari ini kami muter-muter cari elpiji, alhamdulillah sudah ada. Istri saya pasti senang,” kata Warno.
Hal serupa juga disampaikan Yati, warga Kecamatan Banyuwangi, yang sebelumnya kesulitan mendapatkan LPG di pengecer.
Kapolda Jatim Pantau Arus Mudik Ketapang-Gilimanuk Jelang Penutupan Nyepi
“Di lingkungan kami sudah tidak ada, susah nyari kemana-mana padahal butuh untuk masak saat Lebaran besok. Karena langka begini, saya terpaksa beli makanan jadi saja, ketupat, dan sayurannya akhirnya terpaksa beli. Gas yang dapat hari ini untuk jaga-jaga saja,” ujar Yati.
Pada Jumat (20/3/2026), operasi pasar digelar di enam kecamatan, yaitu Pesanggaran, Banyuwangi, Giri, Bangorejo, Kabat, dan Siliragung.
Sementara pada Minggu (22/3/2026), operasi pasar LPG 3 kg akan digelar di tujuh kecamatan, yakni Licin, Srono, Glagah, Kalipuro, Tegalsari, Singojuruh, dan Purwoharjo.