Sempat ada Pendaki Hilang, Kawah Ijen Ditutup 19–26 Februari 2026

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 20 Februari 2026, 22:29 WIB
GUNUNG IJEN - Pemandangan di TWA Gunung Ijen beberapa waktu lalu. Gunung Ijen ditutup selama delapan hari untuk evaluasi pendaki hilang.
GUNUNG IJEN - Pemandangan di TWA Gunung Ijen beberapa waktu lalu. Gunung Ijen ditutup selama delapan hari untuk evaluasi pendaki hilang.

BanyuwangiNet.com – Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen tetap ditutup selama delapan hari, mulai 19 hingga 26 Februari 2026. Penutupan jalur pendakian tetap diberlakukan meski pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dalam kondisi selamat.

Kebijakan ini diumumkan resmi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur melalui surat bernomor PG.422/K.2-BIDTEK/KSA.04.01/B/2/2026 yang ditandatangani Kepala BBKSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan.

Dalam surat tersebut, penutupan dilakukan untuk mendukung proses pencarian pendaki yang hilang. Surat diterbitkan sebelum pendaki bernama Muhammad Dzikri Maulana (16) ditemukan oleh tim SAR gabungan pada hari kedua pencarian, Kamis (19/2/2026).

Meski korban telah ditemukan selamat, penutupan kawasan tetap berlaku.

Ngerandu Buko, Surga Takjil Khas Banyuwangi Selama Ramadan

Kepala Seksi V BBKSDA Banyuwangi, Dwi P. Sugiarto, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut kini difokuskan untuk evaluasi dan perbaikan sistem pengelolaan.

“Penutupan masih berlaku karena untuk evaluasi dan perbaikan ke depannya,” kata Dwi, Jumat (20/2/2026).

Selain aktivitas wisata pendakian, penutupan juga berlaku untuk kegiatan penelitian dan aktivitas lainnya di kawasan TWA Kawah Ijen.

Menurut Dwi, pihak BBKSDA masih mengumpulkan data dan informasi lengkap terkait kejadian pendaki hilang tersebut.

“Hasilnya nanti akan kami diskusikan untuk menentukan langkah ke depan seperti apa, agar kejadian yang sama bisa diminimalisir,” ujarnya.

Banyuwangi ASRI Dideklarasikan, Bupati Ipuk Akselerasi Program Presiden

Kronologi Penemuan Pendaki

Sebelumnya, Muhammad Dzikri Maulana (16), remaja asal Desa Tamansari, Kecamatan Licin, dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Ijen. Ia ditemukan pada hari kedua pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan Dzikri ditemukan sekitar pukul 16.16 WIB di area tebing dengan radial 6,7 derajat dan berjarak sekitar 890 meter dari titik awal dilaporkan hilang.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan teknik vertical rescue. Korban berhasil dibawa turun sekitar pukul 17.50 WIB.

Jelang Ramadan, Ipuk Minta Pasar Takjil Difasilitasi di Banyuwangi

“Korban berhasil dibawa turun menuju Pos Paltuding dengan kondisi selamat, tapi lemas,” kata Oka.

Selanjutnya, Dzikri dibawa ke Puskesmas Licin menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis.

Pencarian hari kedua melibatkan 41 personel gabungan yang terdiri dari Kantor SAR, BPBD, Polsek, Koramil, KSDA Gunung Ijen, SAR Independent, dan warga setempat.

Artikel Terkait