Kubangan Galian C Badean Banyuwangi Kembali Renggut Nyawa
BanyuwangiNet.com – Kubangan bekas galian C di Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, kembali memakan korban jiwa. Setelah sebelumnya seorang pencari ikan tewas tenggelam, kini seorang lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di lokasi yang sama.
Kapolsek Rogojampi Kompol Imron mengatakan, korban bernama Juhana (86), warga Desa/Kecamatan Blimbingsari. Korban ditemukan dalam kondisi mengapung pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Menurut keterangan keluarga, Juhana diketahui menderita pikun. Ia dilaporkan meninggalkan rumah sejak Selasa (10/2/2026) dan tidak kembali.
“Keluarga korban sempat mencari di sekitar rumah, namun tidak ditemukan,” ujar Kompol Imron, Kamis (12/2/2026).
Revalidasi Geopark Ijen 2026, Bupati Ipuk Bidik Green Card UNESCO
Dalam proses pencarian, seorang warga mengaku sempat melihat korban berada di sekitar kubangan bekas galian C. Keluarga kemudian mendatangi lokasi tersebut untuk memastikan keberadaan korban.
“Dicari dan ditunggu hingga malam hari, namun belum ditemukan,” katanya.
Pencarian dilanjutkan keesokan harinya sejak pagi hingga siang, namun tetap tidak membuahkan hasil. Pada sore hari, jenazah korban akhirnya terlihat mengambang di kubangan.
UI Cordoba Banyuwangi Gelar Konferensi Internasional 2026
Tidak Ada Tanda Kekerasan
Penemuan tersebut dilaporkan kepada aparat kepolisian. Setelah dievakuasi, petugas melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.
Komisi X DPR RI Dorong Penguatan Pelestarian Cagar Budaya Banyuwangi
Sebelumnya Pencari Ikan Tewas
Sebelumnya, lokasi yang sama juga merenggut korban jiwa. Apris Oreza (24), warga Desa/Kecamatan Songgon, meninggal dunia saat menyelam mencari ikan pada Senin (9/2/2026).
Korban menyelam bersama dua rekannya, Dhani Prada dan Aulia Triyoga, untuk mencari ikan nila dengan cara memanah. Mereka berangkat sekitar pukul 02.00 WIB dan tiba di lokasi satu jam kemudian.
Pemkab dan DPRD Seruyan Kalteng Studi Strategi Pembangunan ke Banyuwangi
Saat menyelam, mereka tidak menggunakan alat keselamatan seperti pelampung dan hanya mengandalkan senter kepala sebagai penerangan.
Beberapa menit kemudian, dua rekannya sudah berada di tepi kubangan dan melihat cahaya senter korban tidak bergerak di tengah.
Merasa curiga, salah satu saksi mendekat dan mendapati korban dalam kondisi tenggelam dengan kaki tersangkut ganggang. Upaya penyelamatan sempat dilakukan, namun gagal karena saksi kehabisan tenaga dan akhirnya meminta bantuan warga sekitar.