Bupati Ipuk Serahkan 12 Mesin Kapal untuk Tingkatkan Produktivitas Nelayan Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 6 Februari 2026, 14:21 WIB
Pemkab Banyuwangi kembali menyalurkan bantuan mesin kapal dan alat bantu penangkapan ikan untuk nelayan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada sejumlah kelompok nelayan di Pantai Indah Kedunen, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Jumat (6/2/2025).
Pemkab Banyuwangi kembali menyalurkan bantuan mesin kapal dan alat bantu penangkapan ikan untuk nelayan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada sejumlah kelompok nelayan di Pantai Indah Kedunen, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Jumat (6/2/2025).

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali menyalurkan bantuan sarana perikanan untuk mendukung produktivitas dan keselamatan nelayan. Kali ini, bantuan berupa mesin kapal dan alat bantu penangkapan ikan diserahkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Pantai Indah Kedunen, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Jumat (6/2/2025), kepada sejumlah kelompok nelayan dari beberapa wilayah di Banyuwangi.

“Semoga bantuan ini bisa meningkatkan pendapatan bapak-bapak nelayan. Karena nyari ikannya bisa semakin jauh dan semakin cepat serta mudah,” ujar Ipuk.

Total sebanyak 12 unit mesin kapal berbahan bakar bensin dibagikan kepada empat kelompok nelayan, yakni dua kelompok nelayan Blimbingsari, satu kelompok nelayan Kecamatan Banyuwangi, dan satu kelompok nelayan Wongsorejo.

Pemkab Banyuwangi Perbaiki Ratusan Titik Jalan, Target Tuntas Sebelum Lebaran 2026

Selain mesin kapal, Pemkab Banyuwangi juga menyalurkan bantuan pendukung berupa 10 unit jaring dan 50 unit life jacket (baju pelampung) kepada tujuh Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan.

Ipuk menekankan agar seluruh bantuan dimanfaatkan secara optimal, terutama perlengkapan keselamatan seperti life jacket yang sangat penting bagi nelayan.

“Life jacket ini terutama sangat berguna bagi nelayan kapal tradisional atau ban-ban-an yang tidak menggunakan mesin. Tadi beberapa nelayan memang meminta bantuan jaket pelampung,” kata Ipuk.

Lebih lanjut, Ipuk juga mendorong para nelayan untuk mulai mengembangkan hilirisasi produk perikanan. Menurutnya, nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan ikan segar, tetapi juga bisa mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.

Bandara Banyuwangi Jadi Wisata Edukasi, Ribuan Siswa Belajar Dunia Penerbangan

“Bapak Presiden saat ini konsen mendorong hilirisasi. Jadi, saat tidak bisa melaut karena cuaca tidak mendukung, nelayan tetap memiliki sumber penghasilan,” tuturnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Ipuk meminta Dinas Perikanan Banyuwangi membuka berbagai pelatihan yang dibutuhkan oleh keluarga nelayan agar semakin berdaya secara ekonomi.

Bantuan ini disambut positif oleh para nelayan. Salah satunya Misno, anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Benteng Samudera Desa Bomo. Ia menilai bantuan mesin kapal dan alat tangkap ini sangat membantu meningkatkan hasil melaut sekaligus menjaga keselamatan.

“Alhamdulillah, senang bisa dapat bantuan ini. Mesin kapal bisa kami gunakan bergiliran nanti, karena ada beberapa mesin yang sudah rusak. Begitu pun dengan bantuan lainnya akan kami gunakan sebaik-baiknya,” ujar Misno.

Artikel Terkait