Bandara Banyuwangi Jadi Wisata Edukasi, Ribuan Siswa Belajar Dunia Penerbangan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 5 Februari 2026, 14:15 WIB
RAMAH ANAK - Para siswa taman kanak-kanak mengunjungi Bandara Banyuwangi, Kamis (5/2/2026). Mereka belajar tentang kebandaraan langsung dari para pelakunya.
RAMAH ANAK - Para siswa taman kanak-kanak mengunjungi Bandara Banyuwangi, Kamis (5/2/2026). Mereka belajar tentang kebandaraan langsung dari para pelakunya.

BanyuwangiNet.com – Bandara Internasional Banyuwangi di Kecamatan Blimbingsari tak hanya berfungsi sebagai pintu transportasi udara. Bandara ini juga berkembang menjadi ruang belajar terbuka bagi siswa dari berbagai jenjang pendidikan melalui program kunjungan edukasi kebandarudaraan.

Dalam program tersebut, para siswa diajak mengenal dunia penerbangan secara langsung, mulai dari fungsi bandara hingga berbagai profesi yang bekerja di dalamnya. Mereka diperkenalkan dengan peran pilot, petugas Aviation Security (Avsec), ground handling, hingga pengelola fasilitas bandara.

Salah satu kegiatan kunjungan edukasi dilakukan oleh puluhan siswa KB/TK Al-Umm pada Kamis (5/2/2025). Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi anak-anak untuk melihat langsung aktivitas di lingkungan bandara.

“Kegiatan kunjungan ke bandara ini bertujuan untuk mengenalkan dunia kebandaraan secara langsung kepada anak-anak. Ini menjadi pengalaman berharga yang dapat menginspirasi cita-cita mereka di masa depan,” ujar Kepala Sekolah KB/TK Al-Umm, Wiwin.

Bakal Diperluas di 41 Kabupaten/Kota se-Indonesia, Bupati Ipuk Paparkan Kiat Sukses Piloting Digitalisasi Bansos

General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Holik Muardi, mengatakan bahwa pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi sekolah yang ingin menjadikan bandara sebagai sarana pembelajaran kontekstual.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 33 sekolah dengan total 1.311 siswa telah mengikuti kunjungan edukasi. Sementara pada awal 2026, program serupa telah diikuti oleh 17 sekolah dengan jumlah 833 siswa.

“Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan besarnya minat sekolah dan orang tua terhadap kegiatan pembelajaran kontekstual di lingkungan bandara,” kata Holik.

Dalam setiap kunjungan, siswa didampingi pemandu yang menyampaikan materi kebandarudaraan secara interaktif dan mudah dipahami. Anak-anak diajak mengenal fungsi tiket dan bagasi, barang yang boleh dan tidak boleh dibawa ke pesawat, maskapai penerbangan, hingga jumlah pesawat yang beroperasi.

Sunat On The Road Banyuwangi, Pasutri Polisi-Dokter Khitan Gratis Anak Kurang Mampu

Kegiatan dilanjutkan ke area boarding lounge untuk memahami fungsi ruang tunggu penumpang serta proses pemeriksaan keamanan oleh petugas Avsec. Pada sesi ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai peralatan keamanan seperti mesin X-ray, Hand Held Metal Detector (HHMD), dan Walk Through Metal Detector (WTMD).

Sesi yang paling diminati adalah kunjungan ke area airside. Di area ini, siswa dapat melihat langsung aktivitas pesawat, berfoto, serta mendapat penjelasan tentang apron, taxiway, runway, menara pengawas (tower), hingga proses pesawat saat mendarat dan lepas landas.

Holik menegaskan bahwa Bandara Internasional Banyuwangi berkomitmen menjadi bandara ramah anak sekaligus ruang publik yang edukatif.

“Kami ingin Bandara Internasional Banyuwangi menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak. Bandara bukan hanya tempat transit, tetapi juga tempat belajar yang menyenangkan, di mana anak-anak dapat mengenal dunia penerbangan dan berbagai profesi di dalamnya sejak dini,” tuturnya.

Artikel Terkait