Banyuwangi Raih Dua Penghargaan Kovablik Jatim 2025 lewat Inovasi Jagoan Tani dan I-Care

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 13 Desember 2025, 13:51 WIB
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak kepada Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, di Surabaya dalam acara penyerahan Penghargaan Kovablik 2025, Jumat (12/12/2025).
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak kepada Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, di Surabaya dalam acara penyerahan Penghargaan Kovablik 2025, Jumat (12/12/2025).

BanyuwangiNet.com, Surabaya – Kabupaten Banyuwangi kembali mencatatkan prestasi di bidang inovasi pelayanan publik. Dua inovasi unggulan daerah, Jagoan Tani dan I-Care, berhasil meraih penghargaan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur Tahun 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam ajang tersebut, Jagoan Tani meraih predikat prestisius sebagai Top 9 Outstanding Public Service Innovations 2025, sementara inovasi layanan kesehatan I-Care masuk dalam jajaran Top 45 Inovasi Pelayanan Publik terbaik Jawa Timur.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kepada Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dalam acara penganugerahan Kovablik 2025 yang digelar di Surabaya, Jumat (12/12/2025).

Terima Sertifikat TORA, Ribuan Warga Temurejo Banyuwangi Gelar Doa Bersama dan Syukuran Massal

“Kami bersyukur inovasi Banyuwangi terus mendapatkan apresiasi positif, baik dari pemerintah pusat maupun Provinsi Jatim. Prestasi ini semakin memotivasi kita untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima di Banyuwangi,” ujar Mujiono.

Menurut Mujiono, predikat Outstanding Public Service Innovations 2025 yang diraih Jagoan Tani merupakan capaian bergengsi, karena hanya diberikan kepada sembilan inovasi terbaik dari ratusan inovasi yang berkompetisi di Kovablik tahun ini.

“Penghargaan ini menjadi kado indah bagi masyarakat Banyuwangi jelang peringatan Harjaba (Hari Jadi Banyuwangi) ke-254. Ini sekaligus melengkapi pencapaian, setelah kembali ditetapkan sebagai Daerah Terinovatif se-Indonesia untuk ke-8 kalinya oleh Kemendagri,” kata Mujiono.

Jagoan Tani merupakan program inkubasi yang menyasar anak-anak muda Banyuwangi yang memiliki minat dan rintisan usaha di sektor pertanian. Setiap tahun, ratusan peserta mengikuti program ini untuk mengembangkan usaha agribisnis mereka.

Terima Sertifikat TORA, Ribuan Warga Temurejo Banyuwangi Gelar Doa Bersama dan Syukuran Massal

Program tersebut menghadirkan mentor dari kalangan praktisi dan akademisi, serta menghubungkan peserta dengan perbankan, jejaring dunia usaha, hingga fasilitasi stimulus modal untuk pengembangan bisnis.

“Dari Jagoan Tani lahir sekitar 4.000 wirausaha muda di sektor agribisnis. Berbekal ilmu yang didapatkan selama inkubasi, mereka mampu menjalankan usaha di sektor pertanian secara lebih modern,” jelas Mujiono.

Sementara itu, I-Care merupakan inovasi layanan kesehatan yang memfasilitasi rujukan cepat bagi pasien stroke agar dapat ditangani dalam golden period, yakni sebelum 4,5 jam sejak serangan awal. Program ini diinisiasi oleh RSUD Blambangan Banyuwangi.

Dubes Rusia Kunjungi Banyuwangi, Jajaki Kerja Sama Pariwisata, Pertanian, dan Maritim

Layanan I-Care mengintegrasikan edukasi, teknologi aplikasi, dan gotong royong masyarakat. Akses layanan dilakukan melalui SuperApps Smart Kampung, di mana masyarakat dapat melakukan cek mandiri risiko stroke dan memilih ambulans terdekat untuk segera menuju rumah sakit.

“Tujuannya untuk mempercepat pasien tiba di rumah sakit. Dengan penanganan tepat di masa golden period, diharapkan dapat mengurangi risiko cacat permanen hingga kematian pada penderita,” terang Mujiono.

Dampak penerapan I-Care terlihat signifikan. Pada 2024, jumlah pasien stroke yang datang dalam golden period meningkat, sehingga angka kefatalan pasien stroke menurun drastis menjadi 16,18 persen dari sebelumnya 82 persen. Selain itu, 83,82 persen pasien dapat kembali produktif dan bekerja seperti semula.

Atas keberhasilan tersebut, sejak 2023 I-Care ditetapkan sebagai percontohan nasional untuk layanan terintegrasi kegawatan stroke. Program ini juga telah meraih Diamond Status dari World Stroke Organization (WSO) sebanyak lima kali berturut-turut periode 2021–2025, serta Diamond Award Indonesia Health Care Innovation Award 2023.

Artikel Terkait