Bupati Ipuk Dorong Warga Jadi Penggerak Utama Wisata Ijen Golden Route Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 9 Desember 2025, 17:13 WIB
Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) yang diinisiasi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sejak 2021, dimanfaatkan untuk mengoptimalkan potensi desa. Salah satunya, saat Bunga desa di empat di kawasan lereng Gunung Ijen Bupati Ipuk mendorong warga desa untuk menjadi pelaku utama pengembangan potensi wisata Ijen Golden Route, Senin (8/12/2025).
Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) yang diinisiasi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sejak 2021, dimanfaatkan untuk mengoptimalkan potensi desa. Salah satunya, saat Bunga desa di empat di kawasan lereng Gunung Ijen Bupati Ipuk mendorong warga desa untuk menjadi pelaku utama pengembangan potensi wisata Ijen Golden Route, Senin (8/12/2025).

BanyuwangiNet.com – Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) yang dijalankan sejak 2021 kembali dimanfaatkan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, untuk mengoptimalkan potensi desa. Saat mengunjungi empat desa di kawasan lereng Gunung Ijen pada Senin (8/12/2025), Ipuk menekankan pentingnya keterlibatan warga sebagai pengelola utama dalam pengembangan kawasan wisata Ijen Golden Route.

Ijen Golden Route merupakan konsep jalur wisata yang mengenalkan berbagai destinasi hidden gem di lereng Ijen, mulai dari wisata alam, kuliner lokal, kafe bernuansa estetik, hingga berbagai homestay modern dan etnik.

“Berbagai potensi yang ada di sepanjang Ijen Golden Route menjadi peluang besar bagi warga. Karena itu kami ingin agar warga bisa menjadi aktor utama dalam pengelolaannya,” ujar Ipuk, Selasa (9/12/2025).

Banyuwangi Rutin Latih Warga Tanggap Bencana untuk Minimalkan Dampak Risiko Alam

Dalam kunjungannya ke Desa Tamansari, Pakel, Licin, dan Jelun di Kecamatan Licin, Ipuk meninjau sejumlah destinasi baru. Salah satunya kebun petik strawberry di Tamansari, yang berlokasi di tepi jalur menuju Gunung Ijen. Pengunjung dapat memetik langsung buah strawberry setiap hari mulai pukul 07.00–17.00 WIB.

Tidak jauh dari lokasi itu, Ipuk juga mengunjungi tempat pengolahan kopi yang dikelola kelompok tani setempat. Proses pascapanen mulai dari pulping, hulling, roasting, hingga grinding ditampilkan sebagai bagian dari wisata edukasi.

“Petik strawberry dan petik kopi sangat menarik, terutama untuk wisata keluarga bersama anak-anak. Bisa sekaligus untuk wisata edukasi juga,” kata Ipuk, yang baru saja menerima penghargaan Most Inspiring Tourism Leader dari Kementerian Pariwisata.

Kepala Daerah dan DPRD Asal Gerindra se-Jatim Bimtek di Banyuwangi, Sinkronkan Program Pusat dan Daerah

Ipuk turut mengunjungi homestay Pesona Java Ijen, yang dikelola langsung oleh warga desa. Di Kecamatan Licin, banyak homestay menawarkan pemandangan persawahan dan panorama Gunung Ranti serta Gunung Ijen, lengkap dengan paket wisata aktivitas alam dan pertanian.

“Saya merupakan anak petani yang berusaha mengembangkan potensi yang kami miliki. Kawasan kami menjadi daerah pariwisata yang terus berkembang, dan saya ingin memanfaatkan kesempatan ini dengan membuka dan mengelola homestay,” tutur Dani, pemilik Pesona Java Ijen.

Menurut Ipuk, keberadaan puluhan homestay yang dikelola masyarakat membuat wisatawan dapat merasakan interaksi langsung dengan warga lokal. “Destinasi dan homestay ini menyajikan pengalaman intim berinteraksi dengan penduduk setempat, lengkap dengan keramahtamahan dan budaya mereka. Biayanya juga sangat terjangkau bagi para backpacker,” kata Ipuk.

Banyu Kuwung: Pemandian Alami Lereng Ijen dengan Kolam Pegunungan yang Menyegarkan

Masih dalam rangkaian Bunga Desa, Ipuk meresmikan destinasi baru Banyu Kuwung di Desa Licin. Pemandian alami ini dikelola oleh warga dan menjadi alternatif wisata alam yang menawarkan kejernihan sumber air dan suasana pedesaan yang tenang.

Di kawasan kaki Ijen, wisatawan dapat menemukan berbagai pilihan wisata alam, seperti Sendang Seruni di Tamansari, air terjun Kalibendo dengan jalur trekking melalui kebun cengkeh dan karet, hingga wana wisata air terjun Jagir yang dikenal dengan air terjun kembarnya.

Kecamatan Licin juga menawarkan pengalaman kuliner khas Banyuwangi. Warung Kanggo Riko di Desa Segobang menjadi tujuan wajib bagi pecinta ayam kesrut. Setiap akhir pekan, Pasar Kuliner Jadoel di Desa Licin menghadirkan makanan tradisional hasil olahan warga setempat.

Digulirkan Sejak 2021, Bunga Desa Banyuwangi Layanan Publik Jemput Bola dan Penguatan Potensi Desa

Ipuk menegaskan bahwa pengembangan pariwisata harus melibatkan masyarakat secara langsung agar manfaatnya dirasakan warga. Dukungan diberikannya melalui berbagai pelatihan, termasuk pelatihan content creator bagi pengelola homestay untuk meningkatkan kualitas promosi digital.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kemajuan pariwisata daerah. Bersama-sama kita akan mendorong pariwisata yang lebih maju dan menyejahterakan warga,” kata Ipuk.

Artikel Terkait